Beijing, Bharata Online - Para pemenang Hundred Flowers Awards ke-38, salah satu penghargaan paling bergengsi dan berumur panjang di industri perfilman Tiongkok, diumumkan di Beijing pada hari Senin (10/9).

Hasil akhir ditentukan bukan oleh dewan juri profesional, melainkan oleh 101 anggota penonton, yang mempertahankan tradisi khas penghargaan ini dalam memberikan keputusan akhir kepada para penikmat film.

Film-film pemenang penghargaan tersebut menampilkan keragaman tema dan genre yang kaya, termasuk animasi tradisional Tiongkok, kisah kehidupan kontemporer, dan drama sejarah yang menyentuh hati, yang mencerminkan pencapaian gemilang serta vitalitas kreatif industri ini.

"Ne Zha 2", sebuah film animasi yang berakar pada mitologi Tiongkok dan menunjukkan kemampuan animasi yang luar biasa, memenangkan penghargaan Film Terbaik.

Film ini telah menjadi film dengan pendapatan tertinggi keempat dalam sejarah *box office* global, dengan total pendapatan dunia mencapai 2,267 miliar dolar AS (sekitar 40,5 triliun rupiah) sejauh ini.

Penulis skenario papan atas Xu Luyang, Zhang Ke, dan Shen Ao membawa pulang penghargaan Skenario Terbaik atas karya mereka dalam "Dead To Rights", yang mengangkat kisah Pembantaian Nanjing tahun 1937 oleh pihak agresor Jepang.

Bintang pop sekaligus aktor Yi Yangqianxi dianugerahi penghargaan Aktor Terbaik berkat penampilannya yang menyentuh hati dalam "Big World", sementara aktris Michelle Wai meraih penghargaan Aktris Terbaik atas aktingnya yang mengharukan dalam "The Last Dance".

Chen Lijun dinobatkan sebagai Pendatang Baru Terbaik berkat perannya dalam film thriller aksi-suspens "Blades of the Guardians".

Penghargaan Sutradara Terbaik jatuh kepada Da Peng untuk film "The Lychee Road", sebuah drama dengan nuansa manis-pahit yang berlatar masa Dinasti Tang (618-907).

"Dead To Rights" juga mengantarkan Wang Xiao meraih penghargaan Aktor Pendukung Terbaik atas penampilan gemilangnya, sedangkan Sa Rina dinobatkan sebagai Aktris Pendukung Terbaik lewat perannya dalam "Successor", film yang mengisahkan pasangan kaya raya yang sengaja menciptakan lingkungan penuh tantangan bagi putra mereka demi memacu pertumbuhan pribadinya.

Film thriller spionase "Scare Out" arahan sutradara Zhang Yimou memenangkan penghargaan Film Unggulan.

Digagas pada tahun 1962, ajang penghargaan ini merupakan penghormatan sinematik pertama di Tiongkok yang pemenangnya ditentukan melalui pemungutan suara oleh penonton.