Amerika Serikat, Bharata Online - Film-film produksi dalam negeri Tiongkok terus memperluas jangkauan pasarnya ke luar negeri tahun ini. Para ahli menilai hal itu didorong oleh peningkatan kualitas produksi, metode promosi yang lebih baik, serta keragaman konten budaya yang membantu film-film tersebut lebih mudah diterima oleh penonton internasional.
Tiongkok akan mengakhiri musim box office di musim panas yang menguntungkan selama tiga bulan pada hari Senin (31/8), setelah mencatatkan rekor jumlah penonton yang mencapai hampir 340 juta orang. Namun, pengaruh film-film produksi dalam negeri yang kian meluas di luar negeri inilah yang menjadi sorotan utama.
Pada paruh pertama tahun ini saja, lebih dari 20 film Tiongkok telah dirilis di pasar internasional. Film bertema olahraga "Kung Fu Soccer", sebuah komedi yang mengisahkan perjalanan tim sepak bola wanita, telah dirilis di Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Brunei, serta berhasil meraup pendapatan box office luar negeri lebih dari 16,5 juta yuan (hampir 43,5 miliar rupiah) sejauh ini.
Film animasi fantasi-komedi "All Wishes Come True", sebuah kisah pendewasaan yang diangkat dari cerita rakyat Tiongkok kuno, telah ditayangkan di berbagai pasar termasuk Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, Inggris, Irlandia, dan Belanda sejak bulan Agustus 2026.
Sementara itu, salah satu film yang paling sukses adalah "Dear You", sebuah film berbiaya rendah yang menggunakan dialek daerah dan mengangkat kisah mengharukan tentang komunitas diaspora. Film ini telah mencatatkan pendapatan lebih dari 100 juta yuan (sekitar 263,4 miliar rupiah) di pasar luar negeri. Di Singapura saja, film itu meraup lebih dari 20 juta yuan (sekitar 53 miliar rupiah), menjadikannya film berbahasa Mandarin dengan pendapatan tertinggi di negara tersebut pada tahun 2026.
Para analis industri menyatakan bahwa selain cerita-cerita yang mampu menyentuh hati penonton berbahasa Mandarin di seluruh dunia, keragaman genre yang ditawarkan oleh perusahaan film Tiongkok juga menjadi alasan mengapa film-film ini semakin diminati di pasar luar negeri.
"Hal ini juga berkaitan dengan budaya yang telah menyebar dan membentuk komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Jadi, menurut saya, budaya Tiongkok merupakan salah satu daya tarik utamanya. Pada musim panas ini saja, kita melihat berbagai genre yang berhasil memikat penonton bioskop. 'Kung Fu Soccer' misalnya, menawarkan pendekatan yang lebih bernuansa olahraga dan komedi. Ada pula film animasi seperti 'All Wishes Come True' dan, tentu saja, film romantis 'Dear You'. Menurut saya, hal yang krusial adalah adanya sesuatu yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Industri film Tiongkok telah berhasil mewujudkan hal tersebut di berbagai genre," ujar Daniel Loria, Wakil Presiden Senior bidang Strategi Konten di Boxoffice Pro, sebuah majalah industri film Amerika.
Semakin banyak film Tiongkok yang kini dirilis hampir bersamaan di bioskop dalam dan luar negeri, dengan versi lokal dalam berbagai bahasa yang juga disesuaikan dengan permintaan pasar.
Para pelaku industri juga menyoroti kampanye pemasaran yang lebih cerdas; judul, poster, dan materi promosi diterjemahkan serta disesuaikan agar cocok dengan pasar tujuan, yang pada akhirnya sangat meningkatkan jangkauan global film-film Tiongkok.
"Pertama, kualitas produksi film dalam negeri telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kedua, pengembangan platform dalam negeri—baik daring maupun luring, serta saluran distribusi luar negeri telah semakin matang. Terakhir, kemampuan profesional para pelaku yang bergerak di bidang distribusi luar negeri juga terus meningkat," kata Weng Yang, Lektor Kepala (Associate Professor) di Beijing Film Academy.