Kuala Lumpur, Bharata Online - Penayangan perdana film aksi-komedi bertema antiperang asal Tiongkok, "Once Upon a Time in the Middle East", di Malaysia disambut antusias oleh penonton dalam sebuah pemutaran khusus di Kuala Lumpur pada hari Senin (7/9), menjelang perilisan resmi film tersebut.
Film yang juga dikenal dengan judul Welcome to Dragon Restaurant ini akan ditayangkan di lebih dari 110 bioskop di Malaysia mulai hari Jumat (11/9), dengan lebih dari 550 jadwal penayangan setiap harinya pada masa awal penayangan.
Kisahnya mengikuti perjalanan seorang koki asal Tiongkok yang pergi ke Timur Tengah pada awal tahun 2000-an untuk merintis usaha, namun justru mendapati dirinya berada di tengah pecahnya perang. Restoran kecil miliknya kemudian menjadi tempat perlindungan bagi warga sipil dan anak-anak setempat.
Dengan memadukan tradisi kuliner dan kisah tentang ketangguhan serta kebaikan hati orang-orang biasa di tengah konflik, film ini berhasil menyentuh hati penonton dari berbagai latar belakang budaya.
Antusiasme publik sudah terlihat jauh sebelum pemutaran perdana pada Senin (7/9) malam itu, dengan antrean panjang telah terbentuk di dalam bioskop bahkan sebelum waktu penayangan dimulai.
Para penonton dan tamu undangan sangat antusias mendapatkan tiket yang dirancang khusus. Tiket tersebut menampilkan desain spatula masak di satu sisi, serta detail kepala naga dan peluru di sisi lainnya, yang memadukan unsur kuliner dengan tema antiperang film tersebut.
Xie Junjiang, Direktur Eksekutif Mega Films, salah satu distributor film independen terkemuka di Malaysia, menyatakan optimismenya bahwa film ini akan sangat mengena di hati penonton Malaysia.
"Film ini sangat selaras dengan tema Hari Nasional Malaysia, yaitu hidup berdampingan secara damai. Malaysia adalah rumah bagi tiga kelompok etnis utama, sehingga film ini sangat cocok bagi penonton lokal. Kami berharap setelah menontonnya, masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai dan tetap bersatu," ujarnya.
Beralih dari tawa riang menuju haru yang mengundang air mata, penonton sangat tersentuh oleh emosi tulus yang dihadirkan film ini. Banyak di antaranya yang masih terlihat emosional bahkan setelah film usai dan daftar kru penutup (credit) ditampilkan.
"Ini benar-benar film terbaik tahun ini," ujar salah satu penonton.
"Menontonnya terasa berat hingga akhir, pastikan membawa tisu," kata penonton lainnya.
Bagi seorang penonton keturunan Tionghoa-Malaysia, kekuatan emosional film ini terpancar melalui unsur kulinernya.
"Film ini menggunakan masakan Tiongkok untuk menghadirkan rasa harmoni universal, memadukan berbagai emosi secara alami. Itulah hal yang paling menyentuh hati saya dari 'Dragon Restaurant'," ungkapnya.
Pesan film mengenai kebaikan dan empati yang melampaui batas juga menjangkau audiens di luar kalangan penutur bahasa Mandarin, serta menyentuh hati penonton dari etnis Melayu maupun kelompok non-Tionghoa lainnya.
"Saya sungguh tak bisa berkata-kata karena film ini benar-benar luar biasa. Saya merasa film ini sungguh membuka mata kita. Apa pun suku atau latar belakang kita, kita semua sama, dan kita harus memiliki rasa simpati serta empati yang kuat," ujar seorang penonton film asal Malaysia.