Shanghai, Bharata Online - Sebuah misi arkeologi gabungan Mesir-Tiongkok telah menemukan berbagai peninggalan budaya dan sisa-sisa arkeologis di situs Kuil Sekhmet di Mit Rahina, Provinsi Giza, sebelah barat Kairo, demikian disampaikan oleh Museum Shanghai dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa (1/9).
Temuan-temuan tersebut memberikan bukti baru mengenai bagaimana area di sekitar kuil itu dimanfaatkan dan dihuni sepanjang berbagai periode sejarah Mesir Kuno.
Misi ini dilaksanakan bersama oleh Dewan Tertinggi Purbakala Mesir dan Museum Shanghai di Tiongkok Timur, serta dipimpin bersama oleh Reham Zaki dari Dewan Tertinggi Purbakala dan Chen Jie, Wakil Direktur Museum Shanghai.
Misi tersebut menemukan sebuah kompleks hunian di dekat kuil, beserta blok-blok batu dan pecahan patung. Para arkeolog juga menemukan struktur batu kapur yang diyakini pernah digunakan untuk produksi anggur.
Temuan lainnya mencakup blok-blok batu, pecahan patung, dan tembikar. Beberapa artefak batu tersebut berasal dari periode Kerajaan Baru (1550 SM–1069 SM).
Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Sherif Fathy, memuji kerja sama arkeologi yang membuahkan hasil antara Mesir dan Tiongkok, seraya menyebut kedua negara sebagai rumah bagi dua peradaban kuno dengan warisan budaya yang kaya.
Menurut Fathy, penemuan terbaru ini menunjukkan eratnya kerja sama yang terus berkembang antara kedua negara di bidang arkeologi, menyusul sejumlah proyek arkeologi gabungan dalam beberapa tahun terakhir.
Chen mengatakan bahwa kedua belah pihak telah memulai kerja sama mendalam sejak penyelenggaraan pameran "On Top of the Pyramid: the Civilization of Ancient Egypt" (Di Puncak Piramida: Peradaban Mesir Kuno) yang diadakan bersama oleh Museum Shanghai dan Dewan Tertinggi Purbakala Mesir.
Chen menyatakan bahwa misi arkeologi gabungan ini akan terus melakukan survei permukaan dan penggalian arkeologis di Kuil Sekhmet serta area sekitarnya pada kuartal-kuartal mendatang. Tujuannya adalah untuk lebih memahami dan merekonstruksi tata letak arsitektur, proses pembangunan, sejarah penggunaan, perubahan lanskap, serta evolusi peradaban kuil tersebut dan bahkan wilayah Memphis secara keseluruhan.
Chen mengatakan Museum Shanghai akan bekerja sama dengan Dewan Tertinggi Purbakala Mesir untuk membangun sistem kerja sama jangka panjang yang mencakup penggalian arkeologis, penelitian, pelestarian, pameran, dan pemanfaatan, serta lebih lanjut mendorong pertukaran akademis dan pembelajaran bersama antara kedua negara di bidang arkeologi. Kuil Sekhmet, yang ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1959, merupakan bagian dari Kuil Agung Ptah, kompleks keagamaan utama di Memphis kuno.
Kota kuno Memphis, yang didirikan sekitar tahun 3100 SM, berfungsi sebagai ibu kota Mesir pada masa Kerajaan Lama dan tetap menjadi pusat keagamaan serta budaya yang penting selama berabad-abad.