Moskow, Bharata Online - Tiongkok menjadi tamu kehormatan pada Pameran Buku Internasional Moskow ke-39, dengan mengirimkan hampir 100 delegasi dan menampilkan sekitar 3.000 judul buku, mulai dari fiksi kontemporer hingga karya sastra klasik anak-anak dan karya budaya.

Pameran tahun ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 6 September 2026. Pertukaran ini akan berlanjut melampaui Moskow, dengan Rusia dijadwalkan menjadi tamu kehormatan pada Pameran Buku Internasional Beijing tahun 2028, yang memberikan akses langsung bagi penulis dan penerbit Rusia kepada pembaca di Tiongkok.

Sastra Tiongkok sedang merambah ranah baru seiring berkumpulnya para penulis, penerbit, dan pembaca di Moskow untuk mengeksplorasi berbagai cerita, gagasan, serta hubungan budaya yang kian berkembang antara Tiongkok dan Rusia.

"Kami telah lama memiliki beragam konten berkualitas dalam transaksi hak cipta dengan Rusia. Tahun ini, kami membawa delegasi besar Tiongkok ke pameran buku ini, dan kami berharap dapat menjalin lebih banyak kesepakatan. Kami juga menghadirkan sepuluh penulis di sini," ujar Lei Jianhua, Wakil Direktur Jenderal China National Publications Import and Export Corporation.

Melalui sastra, seni, dan ilustrasi, pengunjung asal Rusia dapat mengenal budaya Tiongkok lebih dekat.

"Sayang sekali buku-buku ini belum bisa dibeli. Saya tertarik pada seni dan teknologi, serta buku-buku anak yang luar biasa ini," kata Nazeli, seorang seniman permadani.

Bagi pengunjung asal Rusia, paviliun Tiongkok menjadi kesempatan untuk mengenal budaya setempat melalui buku dan ilustrasi yang ditampilkan.

"Saya sangat tertarik dengan pameran ini. Menarik rasanya melihat buku-buku dari budaya lain. Tiongkok—dan budayanya—adalah hal yang sangat menarik bagi saya. Saya senang melihat-lihat buku di sini," ujar Irina, seorang konsultan pengadaan.

Bagi sebagian pembaca lainnya, ini merupakan awal dari pengenalan yang jauh lebih mendalam terhadap budaya Tiongkok.

"Saya baru saja mengenal budaya Tiongkok, dan saya langsung terpikat. Warisan budayanya sungguh luar biasa. Kehadiran berbagai karya sastra Tiongkok dalam pameran ini sangat berharga bagi kami. Selama ini, pengetahuan kami tentang Tiongkok sangat terbatas. Kini, seiring terbukanya akses ini, kami mulai menemukan kekayaan warisan budaya Tiongkok," kata Anastasia, seorang pengunjung pameran buku.

Sejumlah penerbit Tiongkok bahkan menyandingkan kedua budaya tersebut secara langsung dalam satu karya.

"Kami membawa buku-buku mengenai pertukaran budaya antara Tiongkok dan Rusia, termasuk buku berjudul 'Hello, Russia!' serta sebuah antologi puisi Tiongkok dan Rusia yang diterbitkan oleh perusahaan kami. Kami juga memiliki seri mengenai karya Tchaikovsky, 'Seasons', yang dibuat melalui kerja sama antara kedua negara kami," ujar Zhang Xingyang, Perwakilan dari Qingdao Publishing House.