Mesir, Bharata Online - Para arkeolog Tiongkok dan Mesir telah melaporkan terobosan besar dalam kegiatan penggalian bersama, yang menyoroti semakin pentingnya kerja sama bilateral dalam mengungkap dan melestarikan warisan kuno.
Misi gabungan Tiongkok-Mesir ini telah menghasilkan penemuan penting di Kuil Sekhmet di Mit Rahina, dengan ditemukannya berbagai peninggalan sejarah yang berharga. Selain itu, teknologi survei modern dari Tiongkok membuahkan penemuan penting berupa Danau Suci Selatan di dekat Kuil Karnak di Luxor, sebuah terobosan yang selama bertahun-tahun luput dari perhatian para arkeolog Barat.
Tiongkok mulai berpartisipasi dalam kegiatan lapangan arkeologi di Mesir pada tahun 2018, dengan membawa keahlian mutakhir untuk membantu memecahkan berbagai misteri peradaban Mesir kuno yang telah lama bertahan. Melalui kerja sama erat dengan rekan-rekan dari Mesir, tim Tiongkok telah menemukan berbagai artefak dan fitur arkeologis, namun pencapaian yang paling menonjol adalah ditemukannya Danau Suci Selatan di kompleks Kuil Montu, dekat Karnak.
Berkat kolaborasi erat dengan rekan-rekan Mesir, tim Tiongkok berhasil menemukan berbagai artefak dan fitur arkeologis penting. Namun, terobosan paling signifikan mereka adalah penemuan Danau Suci Selatan di kompleks Kuil Montu, dekat Kuil Karnak di Luxor.
Mohamed Abdel Badie, Ketua Tim Arkeologi Mesir dalam misi tersebut, menyatakan bahwa para arkeolog Barat yang telah bekerja di lokasi yang sama selama bertahun-tahun tidak berhasil menemukan danau tersebut. Para pejabat menjelaskan bahwa keberhasilan ini sebagian berkat teknologi yang telah disempurnakan oleh pihak Tiongkok melalui pengalaman penggalian situs peradaban kuno mereka sendiri.
"Seorang arkeolog menggunakan berbagai peralatan di lokasi penggalian. Sebagai contoh, ada alat untuk pemindaian dan alat total station. Tersedia pula sistem GIS dan pemetaan. Kami juga memiliki peralatan sederhana, bahkan ada yang terbuat dari kayu. Teknologi modern Tiongkok telah mengintegrasikan semua peralatan tersebut secara efektif. Teknik-teknik seperti fotogrametri 3D, pemetaan, dan pengarsipan telah mengubah situs arkeologi menjadi representasi visual yang dapat dilihat dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat. Perkembangan ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Badie.
Para ahli Mesir meyakini bahwa ilmuwan Tiongkok akan kembali mencetak terobosan penting dalam waktu dekat, seraya berharap misi ini akan terus memainkan peran sentral dalam memajukan pengetahuan arkeologi serta mempererat hubungan budaya antara kedua negara.