Shenzhen, Bharata Online - Industri film Tiongkok terus menikmati musim panas yang sangat sukses dengan rekor jumlah penonton maupun penayangan film, seiring strategi "film plus" negara tersebut yang terus mendorong belanja konsumen selama periode musim panas yang menguntungkan selama tiga bulan.

Data industri menunjukkan bahwa pendapatan box office musim panas telah melampaui 9,2 miliar yuan (sekitar 24,34 triliun rupiah) hingga Kamis (13/8) sore, mencatatkan kenaikan sebesar 200 juta yuan (sekitar 529 miliar rupiah) dibandingkan pendapatan box office pada hari yang sama tahun lalu.

Menurut Maoyan, salah satu platform tiket film daring utama di Tiongkok, bioskop di seluruh negeri telah mencatat angka rekor dengan lebih dari 250 juta tiket terjual dan total 32,2 juta penayangan sejak periode resmi box office musim panas dimulai pada 1 Juni 2026.

Film-film lokal yang meraih pendapatan tertinggi antara lain film komedi balap "Pegasus 3", film komedi olahraga karya sutradara Hong Kong Stephen Chow berjudul "Kung Fu Soccer" yang mengisahkan tim sepak bola wanita, drama keluarga yang menyentuh hati "Dear You", serta film animasi "All Wishes Come True".

Melengkapi daftar tersebut adalah pendatang baru "Once Upon a Time in the Middle East", sebuah drama komedi sejarah yang berlatar di sebuah restoran Tiongkok di Irak yang dilanda perang pada tahun 2003. Film ini telah meraup pendapatan lebih dari 400 juta yuan (sekitar 1,1 triliun rupiah) dalam waktu kurang dari tiga hari sejak dirilis pada hari Selasa (11/8).

Kinerja box office yang kuat secara keseluruhan dalam beberapa bulan terakhir ini didorong oleh strategi "film plus" Tiongkok, sebuah inisiatif yang didukung pemerintah untuk mengintegrasikan kegiatan menonton bioskop dengan sektor pariwisata, kuliner, ritel, transportasi, dan sektor lainnya guna memaksimalkan dampak ekonomi dari aktivitas menonton film.

Inisiatif tersebut telah menggairahkan kembali sektor tersebut, dengan total nilai industri film Tiongkok melampaui 390 miliar yuan (lebih dari 1.000 triliun rupiah) sejak awal tahun.

Konsumen juga menikmati penawaran promosi yang lebih menarik, sementara harga rata-rata tiket turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir pada musim panas ini berkat kampanye promosi berskala nasional.