Beijing, Bharata Online - Dalam konferensi nasional dua hari mengenai manufaktur maju yang berakhir di Beijing pada hari Kamis (17/9), para pakar industri menyerukan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan upaya untuk mengatasi hambatan teknologi utama guna mendorong perkembangan sektor tersebut.
Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah dan pakar industri untuk membahas langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan inovasi, daya saing, dan kekuatan keseluruhan sektor manufaktur maju.
Dengan memberikan penekanan kuat pada inovasi, konferensi itu menggarisbawahi perlunya memperkuat penelitian dasar dan mempercepat penerapan hasil iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) ke dalam aplikasi praktis yang bernilai komersial.
Para peserta juga menyoroti perlunya mendorong pengembangan industri baru berskala besar sembari menyusun rencana berwawasan ke depan untuk industri masa depan.
Salah satu fokus utama pertemuan tersebut adalah integrasi mendalam AI ke dalam sektor industri. Para peserta mendukung kemajuan inisiatif "AI plus manufaktur" serta menyerukan peningkatan dukungan kebijakan untuk memfasilitasi transformasi digital dan cerdas bagi perusahaan-perusahaan.
"Pertama, kita harus terus meningkatkan taraf inovasi iptek kita. Kedua, kita perlu memajukan manufaktur cerdas generasi baru. Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dapat memainkan peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan efisiensi produksi di seluruh sektor manufaktur," ujar Tian Jietang, Direktur Penelitian Ekonomi Industri di Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara (State Council Development Research Center).
"Upaya harus dilakukan untuk mencapai terobosan dalam teknologi inti yang krusial, dengan fokus pada bidang-bidang utama seperti peralatan mesin kelas atas, semikonduktor canggih, dan material penting. Kita juga harus secara aktif memajukan inisiatif 'AI plus manufaktur', mendorong integrasi mendalam teknologi informasi generasi mendatang, yang diwakili oleh AI, ke dalam setiap tahap rantai nilai, termasuk penelitian dan pengembangan, desain, produksi, manajemen operasional, dan pemasaran," kata Zhang Li, Direktur Pusat Pengembangan Industri Informasi Tiongkok atau China Center for Information Industry Development (CCID).
Selain terobosan teknologi, konferensi tersebut menekankan pentingnya mengembangkan klaster manufaktur maju yang disesuaikan dengan kondisi lokal, serta mendorong peningkatan kualitas yang bertingkat dan terkategori di berbagai wilayah.
"Kita harus memanfaatkan peran perusahaan-perusahaan terkemuka dalam mendorong integrasi rantai industri, serta mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mendalami pasar khusus (niche market) dan meningkatkan kemampuan spesialisasi mereka, demi menciptakan ekosistem industri yang adil, tertib, dan dinamis," ujar Zhang.