Beijing, Bharata Online - Para ahli dalam konferensi nasional mengenai manufaktur maju menegaskan bahwa Tiongkok perlu mengembangkan sektor manufaktur majunya, yang merupakan prioritas strategis krusial, dengan berfokus pada pengembangan yang cerdas, ramah lingkungan, dan terintegrasi.

Konferensi tersebut diselenggarakan di Beijing pada hari Rabu (16/9) dan Kamis (17/9).

Para ahli menyatakan pentingnya berpegang pada prinsip pengembangan yang cerdas, ramah lingkungan, dan terintegrasi untuk terus memperkuat serta memperluas sektor manufaktur maju. Mereka mencatat bahwa membangun sistem industri modern dengan manufaktur maju sebagai tulang punggungnya merupakan langkah kunci untuk menyeimbangkan pembangunan dan keamanan, sekaligus meningkatkan daya saing industri global.

"Perdagangan barang masih mencakup tiga perempat dari perdagangan global. Produk berteknologi tinggi yang terkait dengan manufaktur maju paling mencerminkan daya saing industri suatu negara, karena produk-produk tersebut memiliki nilai tambah tertinggi dan menempati segmen kelas atas dalam rantai nilai global," ujar Tian Jietang, Direktur Departemen Penelitian Ekonomi Industri di Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara (State Council Development Research Center).

Konferensi tersebut menekankan perlunya beradaptasi dengan tren revolusi teknologi dan transformasi industri tahap baru, dengan manufaktur cerdas generasi mendatang sebagai arah utamanya. Konferensi itu menyerukan penekanan lebih besar pada pemberdayaan digital dan cerdas dalam strategi pembangunan, kemandirian teknologi kelas atas dalam peta jalan teknologi, praktik ramah lingkungan dan rendah karbon dalam metode produksi, serta integrasi lintas sektor dalam berbagai skenario dan format bisnis. Semua langkah ini bertujuan untuk mendorong pengembangan manufaktur yang cerdas, ramah lingkungan, dan terintegrasi.

"(Manufaktur maju) harus memainkan peran sebagai pemimpin dan penggerak bagi sektor pertanian dan industri jasa, mendorong transformasi industri primer, sekunder, dan tersier menuju pengembangan yang cerdas, ramah lingkungan, dan terintegrasi, serta mempercepat perubahan dalam hal kualitas, efisiensi, dan momentum," kata Zhang Li, Presiden Pusat Pengembangan Industri Informasi Tiongkok (China Center for Information Industry Development).

Para ahli mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah meningkatkan upayanya untuk membangun kekuatan manufaktur yang tangguh, dengan mencapai peningkatan simultan baik dalam skala maupun kualitas sektor manufakturnya. Nilai tambah manufakturnya telah menempati peringkat pertama secara global selama 16 tahun berturut-turut.

Momentum inovasi terus meningkat pesat, disertai dengan percepatan iterasi teknologi di bidang-bidang terdepan seperti kecerdasan buatan, teknologi kuantum, peralatan kelas atas, dan biomanufaktur.