Haiyang, Bharata Online - Roket pembawa Gravity-1 Y3 milik Tiongkok berhasil menempatkan sembilan satelit ke orbit yang direncanakan dalam peluncuran dari laut di perairan timur lepas pantai Shanghai pada hari Rabu (16/9) pukul 06.00 waktu Beijing, mencetak rekor baru untuk berat muatan dan ketinggian orbit dalam satu misi.

Misi ini dilaksanakan oleh Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan. Roket tersebut membawa kelompok baru satelit Konstelasi Qianfan dan sebuah satelit uji teknologi EUHT. Ini merupakan penerbangan keempat roket Gravity-1.

Gravity-1 adalah roket berbahan bakar padat yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan komersial Tiongkok, OrienSpace, dengan kapasitas muatan maksimum 6,5 ton. Peluncuran ini menandai kali kedua Gravity-1 melakukan manuver dan peluncuran di laut lepas, menyusul peluncuran pertama pada 22 Juli 2026, ketika roket Gravity-1 Y4 meluncur dari area yang sama dan menempatkan sembilan satelit ke orbit yang direncanakan.

Menurut para ahli, misi ini sekali lagi menguji sepenuhnya kemampuan adaptasi roket terhadap suhu tinggi, kelembapan tinggi, dan kabut garam yang pekat di laut, sekaligus memverifikasi keandalannya lebih lanjut.

"Kami telah memanfaatkan sepenuhnya kapasitas angkut roket, hanya menyisakan margin balistik sedikit lebih dari 100 kilogram, sementara sisanya dialokasikan untuk muatan peluncuran. Untuk orbit setinggi 800 kilometer, tingkat pemanfaatan kami saat ini telah melampaui tiga ton," ujar Xu Guoguang, Kepala Perancang Gravity-1 di OrienSpace.

Misi ini juga menandai peluncuran roket berbahan bakar padat pertama di dunia yang membawa satelit dengan konfigurasi bertumpuk (stacked), yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan jaringan konstelasi berskala besar. Gravity-1 menggunakan pengaturan bertumpuk, menempatkan beberapa satelit secara berlapis layaknya "menyusun balok" untuk meningkatkan pemanfaatan ruang di dalam fairing (selubung pelindung muatan) serta rasio muatan.

"Dulu, dalam peluncuran dengan banyak muatan, satelit biasanya dipasang pada silinder penopang beban dengan posisi menempel pada dinding, sehingga pemanfaatan ruang roket tidak terlalu optimal. Keuntungan terbesar dari konfigurasi satelit bertumpuk adalah peningkatan efisiensi roket secara signifikan. Bagi satelit itu sendiri, biaya peluncuran rata-ratanya pun menjadi lebih rendah," kata Xu.