Beijing, Bharata Online - China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 resmi berakhir pada hari Minggu (13/9) di Beijing, dengan para peserta pameran dan tamu menyoroti berbagai peluang, kemitraan, dan kerja sama di bidang layanan ramah lingkungan dan digital.
Berlangsung dari tanggal 9 hingga 13 September 2026, CIFTIS tahun ini menarik kehadiran perusahaan multinasional yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 473 di antaranya merupakan perusahaan Fortune Global 500 atau pemimpin industri.
Sekretaris Negara Norwegia untuk Bidang Industri dan Perdagangan, Ragnhild Sjoner Syrstad, berbicara di hadapan hadirin yang memadati Paviliun Norwegia. Ia memaparkan materi pameran negaranya serta menyuarakan harapan akan kerja sama yang lebih mendalam dengan Tiongkok dalam hal transisi ramah lingkungan, energi terbarukan, dan layanan maritim.
"Hari ini kita menyaksikan penandatanganan enam nota kesepahaman (MoU), yang merupakan pertanda sangat baik bagi peningkatan kerja sama dan perdagangan jasa. Kami berharap dapat melihat lebih banyak perdagangan di bidang transisi ramah lingkungan, energi terbarukan, dan layanan maritim, karena kami meyakini adanya potensi besar yang belum tergarap untuk mewujudkan tujuan bersama kita," ujar Ragnhild.
Wang Xun, Wakil Presiden World Trade Centers Association, mengemukakan bahwa rantai pasok Tiongkok yang lengkap serta keunggulan dalam teknologi dan talenta tidak hanya tercermin dalam bidang perdagangan barang tradisional, tetapi juga memperkuat seluruh rantai perdagangan jasa.
"Faktanya, batas antara perdagangan jasa dan perdagangan barang kini semakin kabur, dan tingkat integrasi di antara keduanya terus meningkat karena Tiongkok merupakan negara dengan rantai pasok yang sangat maju. Dalam lingkup rantai pasok, semakin banyak mata rantai layanan yang terkait dengan manufaktur tradisional, yang memberikan nilai tambah," kata Wang.
Tural Mammadov, Kepala Departemen Penjualan di IKRA Logistika, mengatakan bahwa besarnya pasar Tiongkok terus menarik minat perusahaannya untuk memperkuat kehadiran mereka di negara tersebut. Di saat yang sama, teknologi mutakhir Tiongkok yang berkembang pesat memberikan inspirasi serta membantu mereka menemukan cara-cara baru untuk melakukan terobosan di industri ini. Platform terbuka seperti CIFTIS telah menjadi jembatan bagi mereka dan menghadirkan peluang kerja sama yang nyata.
"Kami menemukan dan bertemu dengan banyak mitra Tiongkok di sini. Menurut saya, pertemuan-pertemuan ini sangat bermanfaat dan produktif bagi kami dalam memperluas jaringan kami di Tiongkok. Kami sedang menangani pengiriman multimoda yang mencakup rute dari Tiongkok ke Azerbaijan, lalu ke Georgia, hingga ke Turki. Oleh karena itu, pertemuan-pertemuan di sini sangat berguna untuk memperkuat jaringan kami di Tiongkok," ujar Mammadov.