Harbin, Bharata Online - Para tokoh terkemuka industri film Tiongkok berbagi wawasan mengenai masa depan genre film laga dalam acara Global Action Movie Roundtable yang digelar di Harbin, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok Timur Laut, pada hari Senin (10/8).
Diselenggarakan di sela-sela Jackie Chan International Action Film Week ke-7, forum diskusi ini mempertemukan para pembuat film dan aktor untuk membahas topik-topik seperti cara meneruskan semangat film laga serta mendiskusikan jenjang karier bagi para pemeran laga di masa depan.
Terinspirasi oleh karya bintang bela diri legendaris Jackie Chan, sesi pertama membahas bagaimana sinema laga Tiongkok telah menjadi ciri khas global, dengan para veteran industri yang turut berbagi pandangan mereka.
"Setiap kali saya menghadapi kekuasaan sewenang-wenang atau ketidakadilan, saya langsung bertindak tanpa ragu—saya bangkit dan melawannya. Itulah semangat yang saya lihat pada diri Jackie Chan dan pada masyarakat kita. Itulah jiwa ksatria, semangat dari film laga Tiongkok," ujar sutradara sekaligus koreografer laga asal Hong Kong, Stanley Tong, yang telah sering bekerja sama dengan Jackie Chan dalam berbagai proyek.
Sutradara Tiongkok, Ding Sheng, yang juga kerap berkolaborasi dengan Jackie Chan, mencatat bahwa film-film Hollywood pun banyak menyerap pengaruh dari sinema laga Tiongkok, termasuk seri 'John Wick' yang dibintangi Keanu Reeves.
"Bahkan film-film seperti 'John Wick' menunjukkan banyak pengaruh Timur. Semua pihak saling belajar dan memadukan berbagai gaya. Tantangannya kini adalah bagaimana kita bisa melangkah maju bersama dan menciptakan sesuatu yang baru," kata Ding.
Sesi kedua forum ini berfokus pada inovasi dan pengembangan talenta baru. Para tamu undangan, termasuk produser Wei Junzi, sutradara Qin Pengfei, dan sejumlah aktor muda berbakat yang sedang naik daun, mendiskusikan teknik koreografi, tantangan yang dihadapi para pemeran, serta dampak teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap industri ini.
Dua aktor pendatang baru, termasuk bintang yang sedang naik daun, Lin Qiunan, juga menampilkan sejumlah aksi laga secara langsung di atas panggung, memamerkan kemampuan bela diri mereka yang mengesankan.
"Sebagai aktor Kung Fu, prinsip terpenting adalah melakukan pertarungan yang autentik dan menyampaikan perasaan yang tulus itu (kepada penonton"," ujar Lin.
Acara tersebut juga menjadi ajang peluncuran poster resmi pekan film ini, sebuah karya cetak kolaboratif hasil kreasi Chao Mei (96 tahun), tokoh pendiri gaya seni cukil kayu 'Great Northern Wilderness', dan Profesor Chao Fangfang dari Luxun Academy of Fine Arts, dengan konsep yang dirancang oleh pakar budaya Rong Hongjun.
Diskusi meja bundar ini menandai pembukaan pekan film yang akan menghadirkan berbagai rangkaian acara lainnya dalam beberapa hari mendatang, termasuk festival film bagi penonton umum, program peringatan 50 tahun Jackie Chan Stunt Team, serta upacara penutupan dan penganugerahan penghargaan.