Chengdu, Bharata Online - Pasar film musim panas di Tiongkok mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat, didorong oleh model konsumsi "film-plus" yang berkembang pesat. Model ini memperluas rantai nilai industri dan mendorong total nilai ekonomi sektor perfilman hingga melampaui 380 miliar yuan (sekitar 1.000 triliun rupiah) tahun ini, seiring dengan dijadikannya lokasi syuting film animasi domestik yang populer sebagai destinasi wisata musim panas unggulan di seluruh Tiongkok.

Bioskop-bioskop di seluruh Tiongkok kini bertransformasi dari sekadar tempat pemutaran film menjadi pusat budaya dan rekreasi terpadu yang menggabungkan interaksi sosial, kuliner, dan pengalaman konsumsi yang imersif. Satu tiket bioskop kini menghubungkan rantai industri panjang yang mencakup kegiatan menonton film, perjalanan wisata, pengalaman budaya, dan belanja ritel, sehingga secara bertahap mengubah popularitas film menjadi pengeluaran konsumen yang nyata.

Tren konsumsi baru berupa "wisata berbasis film" telah muncul, seiring dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap lokasi-lokasi yang menjadi latar film-film produksi dalam negeri yang populer.

Film animasi domestik berjudul "All Wishes Come True", yang diadaptasi dari mitologi tradisional Tiongkok, telah mencatatkan hasil box office yang kuat dan mendapat ulasan positif dari masyarakat sejak dirilis. Lokasi syuting aslinya kini menjadi destinasi wisata musim panas yang sangat diminati. Salah satu contoh utamanya adalah Gunung Qingcheng di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya.

Kawasan wisata tersebut telah menyambut semakin banyak wisatawan, yang banyak di antaranya tertarik berkunjung setelah menonton film tersebut.

"Ini adalah masa liburan musim panas, jadi saya mengajak anak saya ke sini untuk mendaki dan mencari 'pohon harapan' yang ada di film itu. Kami memanjatkan harapan-harapan terindah kami di bawah pohon tersebut," ujar Dong Liu, salah satu pengunjung.

Untuk memanfaatkan popularitas film tersebut, pemerintah daerah telah meluncurkan serangkaian inisiatif "film plus pariwisata". Berbagai langkah—seperti kebijakan khusus untuk akomodasi dan kuliner, serta potongan harga tiket pertunjukan lokal bagi pemegang tiket bioskop, diperkenalkan guna mendorong pertumbuhan dalam beragam skenario konsumsi budaya dan pariwisata.

Selain pemandangan alam yang indah, elemen arsitektur kuno yang memukau dalam film tersebut juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang terinspirasi oleh film itu.

Di Datong, sebuah kota di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, Kuil Xuankong (Kuil Gantung), yang menjadi inspirasi bagi adegan-adegan penting dalam film tersebut, mengalami lonjakan tajam jumlah kunjungan wisatawan.

Bagi banyak pengunjung, film ini telah mengubah ketertarikan umum yang sudah lama ada terhadap situs bersejarah tersebut menjadi rencana perjalanan wisata yang nyata.

"Saya sudah lama mengetahui tentang Kuil Xuankong dan selalu ingin melihatnya secara langsung. Menonton 'All Wishes Come True' membuat saya semakin penasaran dengan mahakarya arsitektur kuno yang luar biasa ini," ujar pengunjung bernama Wang Wenjing.