Beijing, Bharata Online - Menurut para pelaku industri, inisiatif nasional Tiongkok untuk mengembangkan jaringan daya komputasi akan menciptakan peluang besar bagi investasi swasta.

Menurut badan perencana ekonomi utama negara tersebut, jaringan daya komputasi Tiongkok diperkirakan akan menerima investasi langsung baru sebesar 4 triliun yuan (sekitar 10.538 triliun rupiah) selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) menyatakan bahwa mengingat pengembangan daya komputasi sangat bergantung pada investasi perusahaan, pengembangan semacam itu akan membuka ruang yang sangat luas bagi investasi swasta.

"Inisiatif ini dimulai oleh pemerintah, yang setidaknya memberikan sinyal bahwa ini adalah bidang yang pasti, sehingga modal swasta bersedia masuk ke sektor ini meskipun terdapat hambatan teknis yang tinggi," ujar Liu Yi, Wakil Presiden Senior Isoftstone Information Technology.

Perusahaan-perusahaan raksasa internet Tiongkok berlomba-lomba membangun pusat komputasi AI. Belanja modal Tencent pada kuartal kedua mencapai 52,8 miliar yuan, naik 176 persen secara tahunan, yang sebagian besar dialokasikan untuk pusat data, server GPU, dan klaster AI. Para ahli industri menyebutkan bahwa model-model AI unggulan kini diperbarui setiap bulan, atau bahkan setiap minggu, yang menyoroti betapa pesatnya laju persaingan AI di Tiongkok.

"Pada paruh kedua tahun lalu, orang-orang umumnya berharap dapat melakukan iterasi model setiap tiga bulan. Kini, model baru dirilis setiap empat hingga enam minggu, dan hal itu sendiri menghadirkan tantangan yang cukup besar dari segi kebutuhan daya komputasi," kata Feng Wen, Kepala Platform Terbuka di MiniMax.

"Berpartisipasi dalam pembangunan inisiatif nasional 'Enam Jaringan' juga merupakan peluang bagi perusahaan," ujar Liu Feng, Manajer Umum Smart Industries Group di bawah naungan Tencent.

Tiongkok sedang mempertimbangkan investasi besar-besaran dalam inisiatif "Enam Jaringan" seiring upaya negara tersebut untuk memperluas permintaan domestik dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi.

Keenam jaringan tersebut mencakup jaringan air, jaringan listrik jenis baru, jaringan daya komputasi, jaringan komunikasi generasi mendatang, jaringan pipa bawah tanah perkotaan, dan jaringan logistik.

"Menurut saya, kita sebaiknya tidak berorientasi pada keuntungan jangka pendek atau sekadar monetisasi sumber daya. Sebaliknya, kita harus mengedepankan pola pikir yang mendorong kemajuan jangka panjang serta pengembangan industri yang bersifat closed-loop (sirkular). Kita perlu membangun dan merencanakan sumber daya ini dengan senantiasa berfokus pada tujuan akhir," ujar Sun Chuqian, Kepala Pengembangan Strategis di Qinneng Technology.

"Sepanjang periode Rencana Lima Tahun ke-15, pusat komputasi cerdas—baik yang berskala kecil (token factory), menengah, sangat besar (ultra-large-scale), maupun yang mencapai tingkat gigawatt—akan mengalami masa pertumbuhan pesat," kata Zhang Chen, Wakil Manajer Umum Divisi Pengembangan Pasar di China Power Engineering Consulting Group.