Beijing, Bharata Online - Duta Besar Norwegia untuk Tiongkok, Vebjorn Dysvik, mengatakan pada hari Rabu (9/9) bahwa China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) tahun 2026 menawarkan wadah yang kuat untuk mengembangkan kemitraan baru, seiring dengan hadirnya jumlah perusahaan Norwegia yang memecahkan rekor.

Berlangsung hingga 13 September 2026 di Shougang Park, bekas kawasan industri yang juga menjadi lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, pameran ini menarik peserta dari 90 negara, wilayah, dan organisasi internasional, dengan lebih dari 1.800 perusahaan yang berpartisipasi secara langsung. Di antara peserta tersebut terdapat 473 perusahaan Fortune Global 500 dan pemimpin industri lainnya, termasuk Honeywell, Johnson & Johnson, dan Siemens.

Selama pameran berlangsung, akan diadakan lebih dari 190 forum, konferensi, serta acara negosiasi dan promosi bisnis, ditambah dengan 74 kegiatan pendukung dan 11 agenda kunjungan bisnis.

Norwegia menjadi negara tamu kehormatan pada CIFTIS tahun ini, dan area pamerannya menampilkan industri khas serta pencapaian inovatif Norwegia.

"Ini adalah kesempatan yang luar biasa, dan hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan Norwegia yang hadir. Tahun ini jumlah perusahaan yang berpartisipasi mencetak rekor karena mereka memandang acara ini sebagai wadah yang tepat untuk mengembangkan kemitraan yang sudah ada maupun menjalin kemitraan baru," ujar Vebjorn Dysvik, Duta Besar Norwegia untuk Tiongkok.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, pameran tersebut menyediakan area khusus bagi sektor jasa Tiongkok di zona pameran utama, yang menampilkan pencapaian inovatif dan contoh praktik terbaik di bidang perdagangan jasa.

Selain itu, zona khusus juga dihadirkan untuk pertama kalinya dalam beberapa pameran tematik guna memberikan dukungan profesional bagi perusahaan Tiongkok yang ingin berekspansi ke pasar internasional.

"Area pameran bagi penyedia jasa luar negeri menampilkan 28 perusahaan yang menawarkan layanan di luar negeri. Cakupan layanannya sangat beragam, mulai dari akuntansi dan audit, sumber daya manusia, kekayaan intelektual, layanan konsultasi, layanan keuangan, hingga perangkat lunak pemasaran digital. Kami juga mengundang 41 perusahaan untuk berpartisipasi dalam roadshow rekomendasi layanan luar negeri, yang memberikan solusi terpadu bagi para peserta untuk melakukan ekspansi ke luar negeri," kata Zhao Fangqi, salah satu staf penyelenggara pameran.

Acara tahun ini juga menyoroti penerapan teknologi mutakhir di sektor perdagangan jasa, sementara area pameran layanan wisata olahraga dan budaya menampilkan berbagai pengalaman interaktif yang inovatif.

Sejumlah peserta pameran menyatakan harapan mereka untuk dapat memenuhi permintaan layanan baru yang didorong oleh era kecerdasan buatan (AI) melalui pendekatan-pendekatan yang lebih inovatif.