Beijing, Bharata Online - Pembukaan sektor keuangan Tiongkok yang terus berlanjut menciptakan peluang pertumbuhan baru, baik di tingkat global maupun domestik, melalui perluasan akses kelembagaan, internasionalisasi renminbi (RMB atau yuan Tiongkok), dan pendalaman saluran investasi lintas batas, ujar Benjamin Hung, Presiden Internasional Standard Chartered Bank.

Standard Chartered Bank termasuk dalam kelompok pertama bank asing yang mendirikan entitas lokal di Tiongkok pada tahun 2007, dan sejak saat itu, raksasa keuangan global tersebut telah memperoleh berbagai izin serta memperluas kehadirannya di negara tersebut.

"Kami kini dapat melayani nasabah ritel. Kami memiliki izin terkait RMB. Pada dasarnya, berbagai izin ini membantu kami lebih siap dalam mendukung perusahaan multinasional (MNC) untuk masuk ke Tiongkok, sekaligus semakin membantu perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berekspansi ke luar negeri. Tiongkok tetap menjadi ekonomi yang terus tumbuh dan akan semakin membuka sektor jasa keuangannya, termasuk terkait rekening modal dan penggunaan RMB. Saya rasa masa depan akan menghadirkan peluang yang luar biasa," ujar Hung.

Hung mengatakan bahwa meskipun Tiongkok masih mencatat defisit dalam perdagangan jasa, negara tersebut berupaya memperkecil defisit itu dengan menyediakan lebih banyak layanan bernilai tinggi bagi dunia internasional.

"Dalam 30 tahun terakhir, Tiongkok telah menunjukkan pencapaian luar biasa—bagaikan sebuah keajaiban—terkait pengembangan infrastruktur dan kemampuan pembangunannya. Kemampuan mereka dalam perencanaan, pembiayaan, dan pengoperasian infrastruktur tidak tertandingi. Jika dibandingkan dengan banyak negara berkembang yang sangat membutuhkan infrastruktur lebih baik, di sinilah Tiongkok dapat mulai mengekspor keahlian dan pengetahuannya ke negara-negara berkembang tersebut," ujarnya.

Hung berada di Beijing untuk menghadiri China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026, yang resmi dibuka pada hari Rabu (9/9) di ibu kota Tiongkok tersebut dan akan berlangsung selama lima hari.