Hangzhou, Bharata Online - Menurut laporan yang dirilis oleh Federasi Industri dan Perdagangan Seluruh Tiongkok pada hari Rabu (9/9), 1.000 perusahaan swasta teratas di Tiongkok dalam hal investasi penelitian dan pengembangan (litbang) mencatat pertumbuhan stabil dalam belanja inovasi pada tahun 2025.

Laporan yang dirilis dalam konferensi mengenai ekonomi swasta di Kota Hangzhou, Tiongkok Timur, itu menunjukkan bahwa total belanja litbang perusahaan-perusahaan swasta terkemuka ini mencapai 1,59 triliun yuan (sekitar 4.153 triliun rupiah) pada tahun 2025, naik 10,72 persen secara tahunan dan mencakup 40,40 persen dari total belanja litbang nasional.

Pada tahun 2025, perusahaan-perusahaan tersebut mempekerjakan 1,9586 juta personel litbang, sementara belanja per karyawan meningkat menjadi 809.800 yuan (sekitar 2 miliar rupiah), naik 4,5 persen secara tahunan.

"Dari segi industri, tiga sektor teratas berdasarkan total belanja litbang adalah manufaktur komputer, peralatan komunikasi dan peralatan elektronik lainnya, industri internet dan layanan terkait, serta industri manufaktur otomotif. Investasi litbang oleh perusahaan di wilayah-wilayah utama, seperti kawasan Beijing-Tianjin-Hebei dan Delta Sungai Yangtze, terus meningkat secara stabil, yang menunjukkan dampak pendorong regional yang signifikan," ujar An Lijia, Wakil Ketua Federasi Industri dan Perdagangan Seluruh Tiongkok.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan itu mempercepat transformasi hasil teknologi menjadi kekuatan produktif nyata, yang semakin menegaskan sinergi yang lebih kuat antara teknologi dan industri.

"Dalam hal komersialisasi, 246 perusahaan di antaranya menandatangani total 30.400 kontrak pasar teknologi dengan nilai transaksi sebesar 69,558 miliar yuan (sekitar 182 triliun rupiah). Mereka juga mencapai 3.362 kontrak untuk pengalihan eksternal atau lisensi paten, dengan total nilai 2,221 miliar yuan (sekitar 5,8 triliun rupiah). Sebanyak 446.100 paten yang sah berhasil dikomersialkan," jelas An.

Pada tahun 2025, perusahaan-perusahaan tersebut juga mengajukan permohonan untuk total gabungan 284.300 paten domestik yang sah, termasuk 102.100 paten invensi.