Xiamen, Bharata Online - Perusahaan-perusahaan Amerika di Tiongkok melihat adanya peluang baru di sektor keuangan, layanan kesehatan, dan teknologi mutakhir, seiring dengan meredanya ketegangan perdagangan dan keterlibatan langsung pihak kepresidenan yang menandakan lingkungan lebih stabil bagi perdagangan bilateral, demikian disampaikan oleh Michael Hart, Presiden Kamar Dagang Amerika (AmCham) di Tiongkok.
Hart menyampaikan hal tersebut di sela-sela penyelenggaraan China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) ke-26, yang resmi dimulai pada hari Selasa (8/9) di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur. Pameran ini menarik kehadiran delegasi pemerintah dan pelaku bisnis dari lebih dari 120 negara dan wilayah, dengan investasi dua arah sebagai tema utamanya.
"AmCham China memiliki sekitar 800 perusahaan anggota yang bergerak di berbagai sektor. Sektor keuangan tentu menjadi salah satu bidang tempat kami melihat adanya peluang berkelanjutan. Namun, layanan kesehatan juga merupakan bidang yang sangat dinamis. Kami melihat perusahaan-perusahaan melakukan inovasi, meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan (litbang), serta menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Segala hal terkait teknologi, mulai dari cip, robotika, hingga kecerdasan buatan (AI), terus menghadirkan peluang bagi anggota kami di Tiongkok," ujar Hart.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, pada 30 Oktober 2025 di Busan, Korea Selatan, dan kembali bertemu pada 15 Mei 2026 di Beijing.
Hart mengatakan bahwa kedua pertemuan antara para pemimpin tersebut telah berkontribusi pada stabilitas yang lebih baik dalam perdagangan bilateral.
"Tahun 2025 merupakan tahun yang sangat berat dengan berbagai pasang surut dalam perang dagang. Pada tahun 2026, kami melihat stabilitas yang jauh lebih baik. Pada akhir tahun 2025, kedua presiden bertemu di Busan, yang membawa tingkat stabilitas tertentu bagi kami. Jadi, kami mengawali tahun 2026 dengan kondisi yang lebih stabil. Perusahaan-perusahaan anggota kami terus memandang Tiongkok sebagai pasar yang penting. Salah satu hal yang sangat kami sambut baik adalah pertemuan kedua presiden di Beijing pada bulan Mei lalu. Menurut kami, pertemuan empat mata antarpara pemimpin itu penting. Hal ini mengirimkan sinyal kepada pemerintah kedua negara maupun kalangan perusahaan, serta memberikan keyakinan kepada kami bahwa perdagangan AS-Tiongkok akan terus berlanjut dan merupakan hal yang penting," kata Hart.