Beijing, Bharata Online - Sektor logistik Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang stabil dengan adanya permintaan berkelanjutan untuk perbaikan struktur selama tujuh bulan pertama tahun 2026, yang didorong oleh peningkatan industri dan sektor manufaktur kelas atas yang tangguh, menurut data resmi yang dirilis pada hari Jumat (28/8).

Total nilai logistik sosial nasional mencapai 214,5 triliun yuan (sekitar 565 ribu triliun rupiah) pada periode Januari-Juli 2026, naik 5 persen secara tahunan, menurut data dari Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok atau China Federation of Logistics and Purchasing(CFLP).

Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja logistik produk industri yang kuat, dengan peningkatan struktural semakin terlihat jelas.

Selama tujuh bulan pertama tersebut, volume logistik produk industri meningkat 5,3 persen secara tahunan. Meskipun permintaan logistik terkait pertambangan tradisional tetap lemah, logistik manufaktur terus menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Pada bulan Juli 2026, permintaan logistik terkait manufaktur tumbuh 5,5 persen secara tahunan, satu poin persentase lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan logistik produk industri secara keseluruhan. Secara khusus, permintaan logistik untuk manufaktur peralatan melonjak 12,3 persen, sementara permintaan untuk manufaktur berteknologi tinggi melesat 16.9 persen.

Di sektor impor, total nilai logistik impor meningkat 1,8 persen secara tahunan pada periode Januari-Juli 2026, dengan perbedaan kinerja yang mencolok di berbagai kategori kargo. Volume impor produk berteknologi tinggi serta produk mekanikal dan elektrikal mempertahankan pertumbuhan yang pesat.

Pada bulan Juli 2026, impor peralatan mesin melonjak lebih dari 40 persen secara tahunan. Hal ini terjadi karena permintaan produksi yang berkelanjutan dari industri domestik, meliputi sektor komputer, komunikasi dan elektronik, serta manufaktur peralatan cerdas dan otomatis, yang mendorong pertumbuhan volume impor yang terkait dengan peningkatan industri sekaligus memberikan dukungan struktural bagi perluasan logistik impor.

"Secara keseluruhan, pada periode Januari-Juli 2026, sektor logistik sosial Tiongkok mempertahankan tren yang stabil dan progresif, dengan permintaan logistik terkait peningkatan industri merambah setiap segmen dan menjadi faktor utama dalam optimalisasi struktur permintaan," ujar Liu Yuhang, Direktur Pusat Informasi Logistik Tiongkok.