Beijing, Bharata Online - Seorang pejabat senior dari Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan dalam konferensi pers pada hari Selasa (18/8) bahwa Tiongkok akan menerapkan strategi khusus untuk menggali potensi konsumsi di wilayah pedesaan. Strategi ini mempertimbangkan perbedaan tingkat pembangunan dan jumlah penduduk, serta membuka jalan bagi beragam jalur pembangunan daerah.
Langkah-langkah yang diumumkan pada hari Selasa (18/8) tersebut bertujuan untuk membuka potensi wilayah setingkat kabupaten dan kota-kota kecil, serta memanfaatkan pasar di wilayah-wilayah tersebut—yang mencakup wilayah dengan tingkat ekonomi lebih rendah namun luas—sebagai sumber baru bagi permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi.
Menyoroti bahwa setiap wilayah administratif tingkat kabupaten di Tiongkok memiliki karakteristik unik, Li Jialu, Direktur Departemen Pengembangan Sirkulasi di Kementerian Perdagangan Tiongkok, menyatakan bahwa langkah-langkah ini akan memberikan panduan dan dukungan yang jelas, sekaligus memberikan ruang yang cukup bagi penyesuaian di tingkat lokal.
"Bagi kabupaten dengan kepadatan penduduk tinggi dan ekonomi yang kuat, fokus kami adalah pada peningkatan kualitas dan penetapan tolok ukur. Wilayah-wilayah ini memiliki potensi konsumsi yang besar dan fondasi industri yang kokoh, menjadikannya penggerak utama dalam peningkatan konsumsi di tingkat kabupaten. Kami akan mendorong penerapan standar konsumsi setingkat kota besar, menarik kehadiran toko-toko unggulan serta kompleks komersial berkualitas tinggi, dan menciptakan platform konsumsi kelas atas agar belanja segmen menengah hingga atas tetap terjadi di wilayah setempat. Pada saat yang sama, kami mendorong inovasi dan inisiatif percontohan, secara proaktif mengembangkan model bisnis baru yang disesuaikan dengan karakteristik lokal, serta berupaya menciptakan model yang dapat dicontoh oleh wilayah lain," ujar Li.
"Bagi kabupaten dengan jumlah penduduk dan fondasi ekonomi yang moderat, prioritasnya adalah memperkuat keunggulan yang sudah ada sembari menggali potensi dan memberdayakan ciri khas lokal. Kabupaten-kabupaten semacam ini merupakan mayoritas di Tiongkok; penduduknya menikmati kondisi yang relatif stabil dengan kebutuhan konsumsi yang terus meningkat, sehingga menawarkan ruang pertumbuhan yang signifikan. Kita tidak hanya harus mengembangkan pencapaian yang ada—seperti cakupan jaringan komersial yang menyeluruh—dengan meningkatkan fasilitas, mendiversifikasi layanan, serta menambah kenyamanan dan kualitas demi kepuasan konsumen yang lebih baik secara bertahap. Di saat yang sama, kita juga harus memanfaatkan keunggulan lokal. Dengan menggarap aset unik seperti ekowisata, wisata kebugaran, dan budaya rakyat tradisional, kita dapat menciptakan merek khas tingkat kabupaten sekaligus meningkatkan infrastruktur komersial pendukung," ungkapnya.
Li menambahkan bahwa untuk kabupaten dengan jumlah penduduk dan skala ekonomi yang lebih kecil, fokus utamanya adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar dan memberikan jaminan layanan. Hal ini dilakukan dengan memusatkan upaya di pusat pemerintahan kabupaten, memperkuat koordinasi perdagangan dan logistik, serta meningkatkan layanan komersial dasar semaksimal mungkin.