Nanjing, Bharata Online - Para pejabat internasional menyerukan kerja sama APEC yang lebih erat untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan yang muncul akibat peningkatan industri dan kecerdasan buatan (AI) dalam Pertemuan Tingkat Menteri APEC ke-8 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang berakhir pada hari Senin (21/9) di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur.

Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama dan dokumen hasil pertama yang berfokus pada kecerdasan buatan dalam sejarah kerja sama pengembangan sumber daya manusia APEC, yang memberikan pedoman tindakan bagi kerja sama pengembangan sumber daya manusia APEC di masa depan.

Lebih dari 150 perwakilan dari 19 ekonomi anggota APEC, Sekretariat APEC, Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (PECC), dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menghadiri pertemuan tersebut.

Pertemuan ini berfokus pada tiga topik utama, yaitu mendorong lapangan kerja berkualitas tinggi dan penuh serta membangun model pembangunan yang ramah ketenagakerjaan, berinvestasi pada sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas dan efektivitas pelatihan keterampilan vokasi, dan memperkuat sistem jaminan sosial agar lebih optimal dan berkelanjutan.

Perwakilan organisasi internasional menyatakan bahwa ekonomi kawasan Asia-Pasifik menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan inovasi dan peningkatan industri dengan stabilitas lapangan kerja bagi pekerja biasa. Oleh karena itu, berbagai ekonomi memperkuat kerja sama dalam tiga isu utama: peluang kerja, peningkatan keterampilan, dan jaminan sosial. Tiongkok telah melakukan upaya eksplorasi yang bermanfaat dalam pembangunan kelembagaan.

"Tiongkok baru-baru ini melaksanakan program percontohan perlindungan kerja bagi pekerja ekonomi platform, atau pekerja dalam bentuk pekerjaan baru, yang merupakan langkah eksplorasi yang baik. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) juga bersedia memperkuat kerja sama dengan Tiongkok, mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Tiongkok dan anggota kami lainnya, serta membentuk sistem yang baik untuk melindungi hak dan kepentingan pekerja kami," ujar Hao Bin, Asisten Direktur Jenderal ILO.

Menanggapi dampak pesatnya perkembangan AI terhadap pasar kerja, Duta Besar Peru untuk Tiongkok, Carlos Raul Vasquez, mengatakan bahwa Peru memprioritaskan pembangunan sosial dan pelatihan keterampilan teknis, serta menyatakan bahwa berbagai ekonomi dapat memperdalam kerja sama melalui platform APEC.

"Hari ini, dalam pertemuan tersebut, saya telah mendiskusikan dengan beberapa ekonomi lainnya mengenai kemungkinan pengajuan proyek bersama untuk mendorong tingkat keterampilan digital yang lebih tinggi—khususnya dalam bidang kecerdasan buatan—di antara ekonomi anggota kami, serta terutama demi manfaat bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan bahkan usaha mikro," kata sang duta besar.

Pertemuan ini merupakan salah satu pertemuan tingkat menteri dalam rangkaian kegiatan APEC tahun 2026 yang bertajuk "Tahun Tiongkok" (China Year). Sebagai tuan rumah APEC pada tahun 2026, Tiongkok akan menyelenggarakan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, pada tanggal 18 hingga 19 November 2026. APEC CEO Summit akan diselenggarakan di sela-sela pertemuan tersebut.