Beijing, Bharata Online - World Manufacturing Convention 2026 yang sedang berlangsung di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok Timur, dengan menampilkan lebih dari 10.000 eksibit yang mencakup seluruh rantai industri, teknologi inti, dan transformasi digital, menyoroti peningkatan manufaktur Tiongkok yang menyeluruh, daya saing global yang terus meningkat, serta kepemimpinannya dalam kemajuan industri dunia.

Konvensi empat hari yang resmi dibuka pada hari Minggu (20/9) itu telah menarik minat para tamu terhormat dan profesional industri dari lebih dari 50 negara dan wilayah. Lebih dari 900 perusahaan memamerkan produk dan teknologi mereka, mengubah ruang pameran menjadi ajang demonstrasi imersif mengenai rantai produksi yang utuh, bukan sekadar tampilan produk yang terpisah-pisah.

Di bagian peralatan pertambangan cerdas, alur kerja lengkap, mulai dari pembuatan terowongan dan ekstraksi hingga pengangkutan vertikal (shaft hoisting), ditampilkan langkah demi langkah. Sementara itu, di bagian kendaraan energi baru yang cerdas dan terkoneksi, cip kelas otomotif, baterai daya, sasis dengan sistem kendali elektronik (wire-controlled chassis), dan kendaraan utuh ditampilkan berdampingan.

Rangkaian kategori yang lengkap serta sistem pendukung yang sangat efisien ini membentuk fondasi kokoh bagi manufaktur Tiongkok untuk bersaing di kancah global. Para pejabat menekankan skala yang luas dan kedalaman lanskap manufaktur Tiongkok.

"Tiongkok memiliki 526.000 perusahaan industri di atas skala tertentu (above designated size) dan lebih dari 6 juta perusahaan manufaktur. Enam puluh manufaktur Tiongkok masuk dalam daftar Fortune Global 500, dan sejumlah besar perusahaan 'raksasa kecil' (little giants) serta perusahaan 'juara tunggal' (single-champion) yang terspesialisasi, canggih, dan inovatif telah menjadi juara tak kasat mata (invisible champions) di segmen pasar khusus mereka," ujar Liu Mingda, Wakil Presiden China Center for Information Industry Development.

Berlandaskan ekosistem industri yang tangguh ini, terobosan dalam teknologi inti (hard-core technologies) menjadi sumber keyakinan lain bagi manufaktur canggih Tiongkok untuk merambah pasar global.

Konvensi tahun ini menampilkan sederet inovasi mutakhir, termasuk prosesor kuantum superkonduktor 180-qubit, hasil penelitian dari fasilitas eksperimental energi fusi kompak BEST, pemindai CT photon-counting berukuran 8 sentimeter (lebar detektor) yang pertama di dunia, serta platform teknologi DRAM generasi kelima dari ChangXin Memory Technologies.

Mulai dari bahan dasar hingga komponen inti, serta dari pencapaian penelitian ilmiah awal yang penting hingga produk komersial yang diproduksi secara massal, terobosan teknologi yang berkelanjutan terus membuka peluang pertumbuhan baru dan memperkuat posisi manufaktur cerdas Tiongkok di sektor global kelas atas.

Para analis mencatat bahwa penggerak pertumbuhan baru dalam manufaktur canggih Tiongkok kini semakin mantap bergerak ke garis depan persaingan global.

"Dari segi kualitas pembangunan, mesin pertumbuhan baru di sektor manufaktur maju, seperti kendaraan energi baru, baterai daya, robot cerdas, dan biomedis, dalam beberapa tahun terakhir secara bertahap telah menempati posisi terdepan dalam persaingan global," ujar Li Yan, Wakil Direktur Departemen Ekonomi Industri pada Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara (State Council).

Percepatan integrasi kecerdasan buatan (AI) juga memberikan dorongan baru bagi transformasi industri tersebut.

Data dari semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa tingkat penetrasi aplikasi AI dalam skenario manufaktur utama mencapai 34,2 persen, sementara 10,6 persen perusahaan manufaktur berskala besar (di atas ambang batas statistik tertentu) telah mengadopsi model berskala besar (large models) untuk mendukung proses produksi. Lebih dari 56.000 pabrik cerdas tingkat dasar telah dibangun di seluruh Tiongkok.