Beijing, Bharata Online - Tiongkok menargetkan untuk meningkatkan nilai output tahunan industri biji-bijiannya hingga melampaui 4,5 triliun yuan (sekitar 12 ribu triliun rupiah) selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), demikian disampaikan para pejabat dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin (21/9), sebagai bagian dari upaya negara tersebut untuk melaksanakan program biji-bijian berkualitas.

Pada periode Rencana Lima Tahun ke-15, Tiongkok akan memperdalam strategi ketahanan pangan nasionalnya dengan memberikan bobot yang seimbang antara output dan kapasitas, produksi dan ekologi, serta peningkatan hasil panen dan pendapatan.

Upaya akan difokuskan pada penguatan koordinasi di seluruh rantai produksi, pembelian, penyimpanan, pengolahan, dan penjualan biji-bijian, serta peningkatan tata kelola perdagangan dan cadangan biji-bijian, sekaligus mendorong kualitas dan efisiensi sistem distribusinya.

Pejabat terkait menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk lebih menyelaraskan pasokan dengan permintaan, mengoptimalkan struktur, dan meningkatkan kualitas, guna mempercepat pembentukan sistem distribusi biji-bijian modern yang sesuai dengan peran Tiongkok sebagai negara besar.

"Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15, Tiongkok akan terus melaksanakan program biji-bijian berkualitas, serta terus meningkatkan kualitas dan efisiensi industri biji-bijian. Industri ini diharapkan dapat mencapai nilai output tahunan lebih dari 4,5 triliun yuan (sekitar 12 ribu triliun rupiah), sehingga dapat lebih baik dalam memenuhi perubahan pola konsumsi masyarakat—dari sekadar memiliki cukup makanan menjadi mengonsumsi makanan yang berkualitas, bergizi, dan sehat," ujar Liu Huanxin, Direktur Administrasi Cadangan Pangan dan Strategis Nasional Tiongkok.

Saat ini, Tiongkok memiliki sistem tanggap darurat biji-bijian empat tingkat yang mencakup level nasional, provinsi, kota, dan kabupaten. Negara ini juga telah membangun tujuh pusat dukungan darurat biji-bijian regional yang mencakup wilayah Beijing-Tianjin-Hebei, Delta Sungai Yangtze, Greater Bay Area, kawasan Chengdu-Chongqing, Tiongkok Tengah, wilayah Barat Laut, dan wilayah Timur Laut.

Di seluruh negeri, terdapat hampir 70.000 perusahaan pendukung darurat biji-bijian dan lebih dari 60.000 gerai pasokan darurat. Kapasitas harian pengolahan dan pasokan darurat untuk biji-bijian dan minyak masing-masing melebihi 1,8 juta ton, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduk negara selama dua hari hanya dengan hasil produksi satu hari.