Nanning, Bharata Online - China-ASEAN Expo ke-23 resmi berakhir pada hari Senin (21/9) di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Guangxi Zhuang di Tiongkok Selatan, menutup rangkaian pameran inovasi, perdagangan, dan integrasi regional yang berlangsung selama lima hari.

Wang Jicai, Sekretaris Jenderal Sekretariat China-ASEAN Expo, mengatakan bahwa acara tahun ini menandai perubahan signifikan baik dari segi kualitas maupun fokus.

"Pertama, kualitas kegiatan ekonomi dan perdagangan telah meningkat secara signifikan. Terjadi transisi dari sekadar memamerkan produk dan teknologi menjadi melakukan transaksi bisnis nyata dan membahas kerja sama. Fokusnya kini lebih didorong oleh perusahaan, beralih dari pola pikir sisi penawaran yang sekadar 'menunjukkan apa yang kita miliki' menjadi pendekatan yang berorientasi pada permintaan. Untuk pertama kalinya, pameran ini mengadakan sesi khusus yang menyoroti kebutuhan negara-negara ASEAN dan merilis daftar permintaan dari kawasan tersebut. Model baru ini, yang digambarkan dengan prinsip 'ASEAN mengajukan pertanyaan, Tiongkok memberikan solusi', membantu mewujudkan pencocokan penawaran dan permintaan yang lebih akurat," ujarnya.

Bagi para peserta pameran, acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan produk, tetapi juga membuka wawasan mengenai potensi pasar regional yang sangat besar.

Qian Yuxin, seorang peserta pameran yang berbasis di Beijing, mengatakan bahwa Kanal Pinglu, proyek kanal penghubung sungai ke laut yang baru di Guangxi, akan membantu perusahaannya memperluas bisnis di ASEAN.

"Kami adalah perusahaan asal Beijing. Pembukaan Kanal Pinglu akan secara signifikan mengurangi biaya transportasi bagi bisnis kami. Partisipasi dalam China-ASEAN Expo juga memberikan kami gambaran yang jelas mengenai tingginya permintaan dari pasar luar negeri. Kami juga berharap dapat memperluas kapasitas produksi kami di Guangxi di masa mendatang," katanya.

Pan Jiaojiao, peserta pameran lainnya, mengatakan bahwa perusahaannya telah berpartisipasi dalam pameran ini setiap tahun sejak dibukanya segmen kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2025.

"Pada tahun 2025 saja, penjualan kami di ASEAN mencapai 320 juta yuan," ujarnya.

Menjelang berakhirnya pameran, pihak penyelenggara menyatakan akan memanfaatkan keberhasilan tahun ini untuk semakin memperkuat peran acara tersebut sebagai wadah vital bagi perdagangan, investasi, dan pertukaran antarmasyarakat antara Tiongkok dan ASEAN.