Shenzhen, Bharata Online - Menjelang Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33, Shenzhen selaku kota tuan rumah telah meluncurkan berbagai peningkatan layanan, mulai dari menu dwibahasa di pasar malam dan layanan sukarelawan hingga pemindaian bagasi pintar dan pengembalian pajak kilat, demi menyambut lonjakan pengunjung internasional.

Bandara Internasional Shenzhen Bao'an telah menghadirkan perangkat penerjemah berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu wisatawan mancanegara.

"Ini sangat membantu. Ide yang bagus," ujar seorang penumpang asing.

Sebagai persiapan untuk pertemuan APEC, Bea Cukai Shenzhen telah memelopori penggunaan sistem pemindaian pra-penerbangan di area kedatangan internasional bandara, dengan mengintegrasikan mesin sinar-X dan peralatan pemeriksaan bagasi tipe CT ke dalam jalur penyortiran bagasi.

Sistem tersebut memungkinkan pemindaian terhadap setiap bagasi terdaftar sebelum penumpang mengambilnya.

Berkat bantuan sistem analisis gambar cerdas, bagasi berisiko tinggi dapat diidentifikasi secara akurat, sementara sebagian besar bagasi yang tidak menunjukkan kejanggalan dapat langsung lolos pemeriksaan.

Waktu penyelesaian prosedur bagi penumpang kini terpangkas menjadi kurang dari 15 menit, dan efisiensi keseluruhan meningkat lebih dari 60 persen berkat langkah-langkah tersebut.

Tersedia pula layanan lain yang tak kalah memanjakan pengunjung. Jika penumpang ingin menikmati secangkir kopi atau bubble tea di bandara, mereka tidak perlu repot membawa-bawa tas berat sembari mencari toko.

Mereka cukup memesan melalui ponsel, dan dalam waktu 10 menit, sebuah robot akan mengantarkan pesanan tersebut langsung ke gerbang keberangkatan.

Di berbagai sudut kota Shenzhen, kehadiran sukarelawan dapat dengan mudah dijumpai. Pihak berwenang setempat telah menyediakan beragam pelatihan bagi sukarelawan warga, mencakup topik-topik seperti etiket dan keramahan, serta cara mempromosikan citra kota.

Di pasar-pasar malam kawasan Futian, kini tersedia menu dwibahasa. Saat pengunjung asing tiba, informasi yang ada dapat dipahami dengan mudah dan cepat.

Pihak kawasan tersebut juga telah menyiapkan panduan rekomendasi kuliner dwibahasa, sehingga pengunjung dapat mengetahui dengan jelas apa yang ditawarkan setiap kedai serta hidangan apa yang menjadi andalannya.

"Kami sering merasa cemas atau khawatir tidak mengerti apa yang ingin kami pesan. Namun, adanya pilihan bahasa Inggris dan dwibahasa ini sungguh luar biasa," ungkap seorang wisatawan asing.

Kini, pengunjung internasional semakin dimudahkan untuk berbelanja di Shenzhen. Mereka dapat menautkan kartu bank internasional ke WeChat Pay untuk melakukan pembayaran menggunakan kode QR, dan saat hendak meninggalkan lokasi, mereka dapat menyelesaikan proses pengembalian pajak hanya dalam waktu dua atau tiga menit melalui kios layanan mandiri yang mendukung 13 bahasa di bandara maupun pos lintas batas.