Bishkek, Bharata Online - Menurut mantan Perdana Menteri Kirgistan, Djoomart Otorbaev, Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah "organisasi unik" yang berfokus pada konektivitas, pragmatisme, dan kemandirian.

KTT SCO tahun ini, yang menandai peringatan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut, berlangsung di ibu kota Kirgistan, Bishkek, mulai hari Senin (31/8) hingga Selasa (1/9).

Mengusung tema "25 Tahun SCO: Bersama Menuju Perdamaian, Pembangunan, dan Kemakmuran yang Berkelanjutan", KTT tersebut mempertemukan para pemimpin dari lebih dari 20 negara.

Dalam wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) pada hari Minggu (30/8), Otorbaev mengatakan bahwa negara-negara anggota SCO dapat melampaui perbedaan sistem politik dan model ekonomi, serta mengupayakan hasil yang saling menguntungkan (win-win) melalui dialog, konektivitas, dan pragmatisme.

"Ini adalah organisasi yang unik. Konektivitas dalam SCO berarti kita terhubung tidak hanya melalui jalur kereta api, tetapi juga melalui dialog satu sama lain. Perdagangan, investasi, transportasi, energi, dan konektivitas berkembang sangat pesat. Tidak diragukan lagi, hubungan antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tengah berjalan sangat baik. Jadi, itulah konektivitas," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kemandirian dan swasembada yang lebih besar dapat membantu mendorong pembangunan dan kemakmuran di seluruh kawasan.

"Poin kedua adalah pragmatisme. Jika kita melihat 10 anggota penuh SCO, mereka menerapkan sistem politik dan model ekonomi yang berbeda-beda. Namun, alih-alih memperdebatkan mana yang lebih baik, kita justru berkata: mari kita capai hasil yang saling menguntungkan, mari kita bersikap pragmatis. Jika kita bersikap pragmatis bersama-sama, kita akan memberikan hasil yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat kita. Kemudian, kita harus melihat ke masa depan, yaitu kemandirian. Kita tidak menentang siapa pun, tetapi kita menyatakan bahwa kita akan lebih kuat jika mandiri dari model pembangunan ekonomi dan politik lainnya. Dalam hal ini, kuncinya adalah mengandalkan kekuatan kita sendiri. Hanya bangsa dan rakyat kita sendirilah yang akan membuat kita lebih kuat dan lebih makmur," jelasnya.