Brasilia, Bharata Online - Menteri Pariwisata Brasil, Gustavo Feliciano, menyerukan upaya penguatan konektivitas melalui langkah-langkah konkret guna mendorong pengembangan pasar pariwisata BRICS.

Feliciano menyampaikan seruan tersebut dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN). Sang menteri meyakini bahwa penguatan konektivitas dapat membantu pasar pariwisata BRICS menjadi benar-benar tangguh, sekaligus menjadi bagian dari upaya lebih luas blok tersebut dalam mempromosikan kerja sama Selatan-Selatan.

"Pasar BRICS adalah pasar yang penuh tantangan, karena negara-negara Selatan perlu meningkatkan konektivitas agar pasar ini benar-benar kuat di sektor pariwisata. Kelompok BRICS ini memiliki cara pandang dunia yang berfokus pada konektivitas Selatan-Selatan—sesuatu yang selama ini sering terpinggirkan dalam diskusi global—serta berupaya memanfaatkan potensi terbaik dari blok ini untuk pariwisata," ujarnya.

Saat ditanya mengenai cara meningkatkan daya tarik pasar pariwisata BRICS, Feliciano menyatakan perlunya langkah-langkah konkret untuk memperkuat konektivitas antaranggota, sehingga wisatawan dapat menjangkau semakin banyak destinasi dengan lebih mudah dan nyaman.

"Menurut saya, hal utama yang perlu dilakukan adalah menyelaraskan upaya promosi dan konektivitas. Ketika kita menjalankan langkah konkret terkait konektivitas, jarak terasa lebih dekat dan promosi dapat dikembangkan dengan lebih baik, sehingga menghasilkan dampak optimal. Yang kita butuhkan di kawasan Selatan adalah memperluas pengembangan ini, memudahkan perjalanan bagi wisatawan Brasil atau Afrika Selatan saat mereka ingin berkunjung, serta melakukan promosi yang tepat agar mereka tertarik untuk merasakan pengalaman wisata di negara-negara Selatan ini," tuturnya.

Pertemuan Menteri Pariwisata BRICS telah diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 22 Agustus 2026 di Jaipur, India. Pertemuan itu menghasilkan pengesahan Komunike Menteri Pariwisata BRICS 2026 atau Deklarasi Jaipur, yang menekankan pentingnya membangun interaksi antarwarga yang lebih erat di antara negara-negara anggota BRICS.