Vientiane, Bharata Online - Latihan bersama penyelamatan medis kemanusiaan "Peace Train-2026" antara Tiongkok dan Laos resmi dibuka pada Senin (7/9) pagi di Vientiane, ibu kota Laos.
Chandy Soulivongsak, Direktur Jenderal Departemen Logistik Umum Tentara Rakyat Laos, dan Wu Dan, Kepala Kelompok Komando dan Koordinasi Tiongkok, menyampaikan pidato dalam upacara pembukaan serta mengumumkan dimulainya latihan bersama tersebut secara resmi.
Dalam pidatonya, Chandy menyatakan bahwa latihan bersama dan kegiatan layanan medis "Peace Train" Laos-Tiongkok menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan kedua angkatan bersenjata dalam penyelamatan gabungan dan penanggulangan bencana alam, sekaligus mencerminkan hubungan erat dan bersahabat antara kedua negara serta kedua angkatan bersenjata.
Ia meyakini bahwa latihan bersama ini akan semakin mempererat kerja sama dukungan medis antara kedua angkatan bersenjata.
Wu mengatakan bahwa militer Tiongkok dan Laos telah menggelar rangkaian latihan bersama ini sebanyak enam kali sejak tahun 2017. Kembalinya tim medis "Peace Train" ke Laos bukan hanya merupakan perwujudan nyata dari upaya membangun komunitas Tiongkok-Laos dengan masa depan bersama yang tangguh dalam segala situasi di era baru, tetapi juga langkah penting untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama antara kedua angkatan bersenjata di bidang logistik dan dukungan medis.
Latihan tersebut akan berlangsung hingga akhir September 2026 dengan melibatkan lebih dari 700 personel dari kedua belah pihak.
"Dengan mengambil latar belakang skenario penyelamatan medis kemanusiaan internasional pascatopan super, latihan ini berfokus pada simulasi praktis seperti pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian, penanganan medis korban massal, evakuasi korban menggunakan kendaraan tanpa awak, serta intervensi stres psikologis, guna semakin mengasah dan meningkatkan koordinasi dukungan medis serta kemampuan tanggap darurat kedua angkatan bersenjata," ujar He Zhen, Direktur Jenderal direktorat latihan pihak Tiongkok.
Selama latihan berlangsung, kedua belah pihak juga akan menyelenggarakan kegiatan layanan medis dan pertukaran budaya.