Beijing, Bharata Online - E-commerce Jalur Sutra telah berkembang menjadi penggerak utama kerja sama berkualitas tinggi dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan selama satu dekade terakhir, serta menjadi praktik kunci bagi pengembangan e-commerce global yang inklusif dan adil, demikian disampaikan oleh seorang pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam konferensi pers pada hari Senin (7/9).
Selama satu dekade terakhir, Tiongkok telah membangun jaringan kerja sama e-commerce Jalur Sutra yang luas di seluruh dunia. Tiongkok telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama e-commerce dengan 38 negara di lima benua dan memperdalam kerja sama ekonomi digital regional secara multilateral melalui mekanisme Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organization (SCO), ASEAN, serta mekanisme Tiongkok-Asia Tengah.
Untuk memfasilitasi perdagangan dua arah, Tiongkok telah mendukung berbagai platform dan otoritas lokal dalam meluncurkan hampir 200 paviliun pameran nasional, baik secara daring maupun luring, yang menciptakan saluran e-commerce efisien bagi puluhan ribu produk unggulan khas dari negara-negara mitra untuk menjangkau pasar Tiongkok yang sangat luas.
Sementara itu, lebih dari 60 basis pengadaan dan pasokan langsung di luar negeri telah didirikan oleh berbagai platform e-commerce, yang mendorong pengembangan terintegrasi di sektor logistik lintas batas, pembayaran seluler, layanan cloud, serta rantai industri pendukung lainnya.
"Kampanye 'E-commerce Jalur Sutra Memberi Manfaat bagi Dunia', yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2025, telah menghadirkan 42 langkah kerja sama dan menarik partisipasi dari lebih dari 100 negara. Inisiatif ini telah membantu lebih dari 80.000 pedagang usaha kecil dan menengah dari negara-negara mitra untuk beralih ke ranah digital dan memperluas penjualan global, serta menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja langsung di seluruh dunia," ujar Wang Pengfei, Kepala Departemen E-commerce dan Informatisasi Kementerian Perdagangan Tiongkok.