New York, Bharata Online - Pada hari Jumat (10/7), Tiongkok menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mempertahankan sikap objektif dan tidak memihak, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi negosiasi diplomatik dan solusi politik untuk masalah nuklir Iran, serta mempertahankan gencatan senjata dan penghentian permusuhan di Timur Tengah.
Berbicara pada pertemuan terbuka Dewan Keamanan PBB tentang masalah nuklir Iran, Sun Lei, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran pernah meredakan ketegangan di Timur Tengah, tetapi situasi gencatan senjata saat ini telah mengalami volatilitas baru, dengan prospek negosiasi menjadi rumit.
Menurtunya, apakah masalah nuklir Iran dapat diselesaikan dengan baik sangat berkaitan dengan apakah Timur Tengah dapat kembali ke keadaan damai dan stabil, serta menyangkut kepentingan bersama masyarakat internasional. Para pihak yang terkait harus melanjutkan negosiasi dengan sikap yang rasional dan pragmatis.
Sun mengatakan MoU AS-Iran berkomitmen untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing, menghentikan secara permanen aktivitas militer di semua lini, dan menetapkan peta jalan untuk negosiasi dan pencabutan sanksi. Tiongkok mendesak semua pihak terkait untuk menghilangkan faktor-faktor yang meng destabilisasi, meninggalkan penggunaan atau ancaman penggunaan kekerasan, menjunjung tinggi dan menerapkan hasil MoU, mencapai solusi yang mengatasi kekhawatiran semua pihak, mencabut sanksi terhadap Iran sesegera mungkin, dan mendorong kemajuan substantif dalam proses penyelesaian politik.
Menurutnya, untuk mengatasi masalah nuklir Iran dengan tepat, sangat penting untuk menghormati tuntutan yang sah dan hak serta kepentingan yang sah dari pihak-pihak yang bersangkutan. Iran harus terus menjunjung tinggi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran menikmati hak yang sah untuk penggunaan energi nuklir secara damai. Amerika Serikat harus mengambil tindakan praktis untuk menciptakan kondisi bagi penyelesaian politik masalah nuklir Iran.
"Prioritas utama Dewan Keamanan adalah untuk menjunjung tinggi sikap objektif dan tidak memihak, memberi waktu dan ruang untuk upaya diplomatik, menumbuhkan suasana positif untuk negosiasi, dan menghindari menjadi alat bagi negara-negara tertentu untuk memajukan agenda politik mereka sendiri atau memberikan tekanan," kata Sun.