Beijing, Bharata Online - Tiongkok terus memperdalam kerja sama dengan Kirgistan dalam bidang aplikasi satelit meteorologi, penelitian ilmiah bersama, dan dukungan pencegahan bencana darurat.

Kirgistan dan Daerah Otonom Xinjiang Uyghur di Tiongkok Barat Laut sama-sama terletak di kawasan pegunungan Tianshan dan memiliki kondisi iklim yang serupa. Akibat perubahan iklim, kejadian cuaca ekstrem di wilayah tersebut meningkat, sehingga upaya bersama dalam pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan bencana meteorologi menjadi prioritas utama.

Berkat sistem penerimaan dan aplikasi satelit Fengyun-2 milik Administrasi Meteorologi Tiongkok, Kirgistan memperoleh pasokan data pengamatan meteorologi yang stabil dan andal.

Pada bulan Mei tahun ini, kota Manas di Kirgistan dilanda tanah longsor akibat hujan deras, dan otoritas setempat menetapkan status darurat. Pihak Tiongkok segera mengerahkan satelit Fengyun-3 dan Fengyun-4 untuk melakukan pemantauan dinamis berfrekuensi tinggi, merekam tren perkembangan bencana, serta menyediakan dukungan data bagi upaya penanggulangan bencana dan respons darurat Kirgistan.

"Sejak awal tahun ini, pihak Tiongkok telah dua kali mengaktifkan mekanisme dukungan darurat terkait untuk membantu Kirgistan menangani bencana banjir. Sementara itu, kami terus mengoptimalkan solusi peringatan dini meteorologi cerdas 'Mazu' serta membuka dan berbagi hasil inovasi mandiri—termasuk satelit Fengyun dan model AI meteorologi—guna mendukung pencegahan dan mitigasi bencana meteorologi serta analisis kondisi iklim di Asia Tengah," ujar Zheng Zhaojun, Pakar Utama di Pusat Layanan Pengguna Internasional di bawah naungan Pusat Satelit Meteorologi Nasional.

Dengan mengandalkan Institut Meteorologi Gurun Urumqi di bawah Administrasi Meteorologi Tiongkok, Tiongkok telah membangun platform kerja sama yang stabil dengan Kirgistan dan negara-negara Asia Tengah lainnya. Melalui serangkaian analisis sampel, tim peneliti telah merekonstruksi secara sistematis pola perubahan suhu, curah hujan, dan massa gletser di seluruh wilayah Asia Tengah selama kurun waktu 200 hingga 500 tahun terakhir.