Laos, Bharata Online - Tim medis "Peace Train-2026" Tiongkok-Laos telah melaksanakan kegiatan pertukaran akademis dan layanan medis secara serentak di berbagai lokasi di Laos, termasuk Vientiane, Pakse, Savannakhet, dan Provinsi Attapeu.

Kegiatan pertukaran akademis yang berlangsung pada 16–18 September 2026 itu berfokus pada penyakit-penyakit umum yang banyak ditemui di Laos, serta kebutuhan praktis terkait dukungan medis. Para ahli medis terkemuka dari Tiongkok memberikan kuliah khusus mengenai topik-topik seperti bedah jantung darurat, penyelamatan medis darurat untuk insiden dengan banyak korban, dan penanganan skoliosis degeneratif.

Para ahli tersebut juga berbagi pengalaman personel medis militer Tiongkok dalam penyelamatan medis saat bencana dan dukungan operasional di tingkat akar rumput, sehingga mendorong pertukaran dan kerja sama yang lebih mendalam antara kedua militer di bidang dukungan medis.

Kegiatan pertukaran akademis ini menarik lebih dari 1.600 peserta, termasuk tenaga klinis utama dari institusi medis Tentara Rakyat Laos dan taruna dari Akademi Medis Militer Laos. Sementara itu, tim medis juga meluncurkan layanan diagnosis dan pengobatan klinis langsung di pos-pos medis.

"Melalui pertukaran teknis secara tatap muka dan pertukaran gagasan, kedua belah pihak memperluas pendekatan klinis mereka serta secara efektif mewujudkan hasil pertukaran tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga kesehatan personel militer dan warga sipil setempat," ujar Xiao Yingbin, Ahli Tiongkok dari Tim Medis "Peace Train-2026".

Rangkaian kegiatan layanan medis ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir September 2026. Sejak diluncurkan pada tahun 2017, rangkaian kegiatan "Peace Train" secara konsisten telah menyediakan layanan medis khusus dan pengobatan bagi pasien dengan kondisi medis yang langka dan kompleks.