New York, Bharata Online - Pada hari Jumat (18/9), Tiongkok mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengaitkan mandat misi pemeliharaan perdamaian dengan proses politik yang jelas, menyesuaikannya dengan kondisi di lapangan, serta memastikan operasi tersebut memiliki sumber daya yang memadai sesuai dengan mandatnya.

Utusan Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan pernyataan tersebut dalam debat Dewan Keamanan mengenai misi pemeliharaan perdamaian PBB.

"Operasi pemeliharaan perdamaian PBB dibentuk demi mewujudkan perdamaian dan hadir untuk menjaganya. Operasi ini merupakan sarana yang efektif dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Tujuan mendasarnya adalah menciptakan kondisi bagi solusi politik, sehingga operasi ini harus berlandaskan pada proses politik yang jelas. Saat menetapkan mandat, Dewan Keamanan harus berpedoman pada realitas di lapangan dengan mempertimbangkan secara saksama sifat konflik, lingkungan operasional, serta kebutuhan negara tuan rumah. Dewan Keamanan perlu menetapkan tujuan dan prioritas yang jelas, terfokus, praktis, dan dapat dicapai. Kita harus menjadikan operasi pemeliharaan perdamaian lebih efektif dan efisien, memastikan ketersediaan sumber daya yang sepadan dengan mandatnya, serta memperkuat koordinasi antar-mitra guna menyatukan upaya dalam mendukung perdamaian," jelas Fu.

Ia menyatakan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan negara-negara lain dalam kerangka Inisiatif Tata Kelola Global yang diusulkan oleh Presiden Xi Jinping.

"Kami siap bekerja sama dengan semua pihak—dengan berpedoman pada Inisiatif Tata Kelola Global yang diusulkan oleh Presiden Xi Jinping, untuk tetap berkomitmen pada multilateralisme dan senantiasa memegang teguh misi menjaga perdamaian. Dengan merespons realitas dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar sembari melakukan terobosan baru, kita dapat menjadikan operasi pemeliharaan perdamaian lebih praktis, efektif, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan keamanan internasional," ujar Fu.