Mauritania, Bharata Online - Seorang bayi asal Mauritania berhasil dilahirkan dengan selamat pada hari Rabu (16/9) lalu oleh tim medis dari Auspicious Ark, kapal rumah sakit milik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang sedang berkunjung ke negara tersebut, menandai kelahiran bayi pertama di atas kapal itu.

Auspicious Ark tiba di negara tersebut pada hari Selasa (15/9) untuk kunjungan persahabatan selama tujuh hari, yang merupakan pemberhentian pertama dalam misi Harmony-2026.

Kapal ini membawa lebih dari 100 tenaga medis dari lebih dari 20 institusi, serta memiliki 18 departemen klinis dan lima departemen diagnostik penunjang. Kapal ini mampu melakukan lebih dari 60 jenis operasi.

Pada hari pertama kedatangan kapal, tim medis mengetahui adanya seorang ibu hamil setempat yang berada dalam kondisi kritis. Janinnya mengalami lilitan tali pusat di leher. Kondisi ibu tersebut mendesak, dan ia berharap dapat dipindahkan ke kapal Tiongkok untuk melahirkan.

"Ibu hamil ini memiliki kondisi medis yang kompleks dan sudah akan melahirkan. Dokter yang menanganinya bertanya kepada saya apakah ia bisa melahirkan di kapal Tiongkok. Kami berdua merasa terhormat bahwa bayi tersebut akan dilahirkan oleh dokter-dokter Tiongkok di kapal Tiongkok," ujar Med Lemin, Petugas Penghubung Medis untuk Mauritania.

Setelah berkonsultasi dengan staf medis Mauritania dan menilai kondisi ibu tersebut, tim medis Tiongkok bergerak cepat mempersiapkan operasi sembari ibu hamil itu dipindahkan ke kapal.

Pemeriksaan setelah ibu tersebut tiba di atas kapal menunjukkan bahwa, selain lilitan tali pusat di leher janin, posisi janin juga tidak normal. Dokter juga menemukan adanya bekas luka pada rahim, volume air ketuban yang rendah, serta tanda-tanda kontaminasi air ketuban, yang membuat situasi menjadi lebih rumit.

Menanggapi hal tersebut, dokter dari departemen pediatri, anestesiologi, dan ultrasonografi segera diberitahu secara bersamaan dan bergegas menuju ruang operasi untuk membantu proses kelahiran. Pada pukul 13.23, seorang bayi laki-laki dengan berat 3,4 kilogram berhasil dilahirkan dengan selamat.

"Terima kasih. Terima kasih banyak hari ini. Kami sangat bahagia. Selamat. Anda telah menyelamatkan nyawa seorang ibu dan anaknya," ujar seorang dokter asal Mauritania.

Bayi tersebut diberi nama Mohamed Khalil, yang bermakna "persahabatan".

"Dia lahir di atas kapal Peace Ark, dan orang tuanya memberinya nama yang berarti 'persahabatan', sehingga ia hadir di dunia ini dengan membawa keberuntungan serta persahabatan," ujar Xu Xiaozhe, seorang dokter asal Tiongkok.

Tiongkok dan Mauritania menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1965. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua kapal rumah sakit angkatan laut Tiongkok ke negara tersebut.