Tiongkok, Bharata Online - Tiongkok telah membentuk pola impor multidimensi yang mengintegrasikan transportasi laut, darat, dan udara, serta didukung oleh logistik dan proses kepabeanan yang efisien.
Dari bulan Januari hingga Juli 2026, nilai impor barang Tiongkok mencapai 12,69 triliun yuan (sekitar 33.422 triliun rupiah), meningkat 22 persen secara tahunan, angka yang delapan poin persentase lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor.
Tiongkok telah menjadi pasar impor terbesar kedua di dunia selama 17 tahun berturut-turut, dengan rata-rata pertumbuhan impor tahunan sebesar 5,1 persen.
Sebagai pedagang barang terbesar di dunia, Tiongkok mengandalkan transportasi laut untuk lebih dari 90 persen perdagangan lintas batasnya. Delapan dari 10 pelabuhan teratas dunia berdasarkan volume arus kargo (throughput) berada di Tiongkok.
Pelabuhan Shenzhen Yantian di Tiongkok selatan telah memperkenalkan model inovatif "pemeriksaan sebelum pemuatan" (inspection-before-loading), yang memangkas waktu proses kepabeanan hingga separuhnya dan mengurangi biaya sebesar 30 persen.
Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di Tiongkok Timur, bersama dengan pusat-pusat pelabuhan utama lainnya, terus mengoptimalkan rute pelayaran untuk memanfaatkan keuntungan dari Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Terminal otomatis di pelabuhan Shanghai dan Qingdao di Tiongkok Timur telah mencapai efisiensi satu derek (crane) lebih dari 60 kontainer per jam, yang merupakan tingkat tertinggi di dunia.
Tiongkok juga terus memperluas jalur impor berbasis darat.
Hingga saat ini, Tiongkok telah melayani lebih dari 130.000 perjalanan kereta api China-Europe Railway Express, yang menjangkau 236 kota di 26 negara Eropa dan lebih dari 100 kota di 11 negara Asia. Per Juni 2026, tingkat keterisian muatan kontainer tetap berada di angka 100 persen selama 46 bulan berturut-turut. Layanan kereta api untuk perjalanan pulang dan pergi kini hampir seimbang dengan rasio 1:1, sehingga memungkinkan suku cadang otomotif, pulp, dan produk pertanian khusus dari Eropa masuk ke pasar Tiongkok dengan lebih cepat.
Tiongkok juga terus memperkuat jaringan kargo udara internasionalnya, yang memungkinkan barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu, seperti peralatan medis canggih dan makanan laut impor segar, masuk ke pasar Tiongkok menggunakan pesawat kargo khusus. Tahun ini, Tiongkok membuka 103 rute kargo udara internasional baru, yang menambah 229 penerbangan pulang-pergi setiap minggunya.
Mulai dari pelabuhan pesisir hingga pusat logistik kereta api di wilayah pedalaman dan pintu gerbang kargo udara, jaringan impor Tiongkok yang terus berkembang memfasilitasi akses yang lebih lancar bagi barang-barang dari seluruh dunia.