Foshan, Bharata Online - Foshan, yang dikenal sebagai ibu kota furnitur Tiongkok di provinsi Guangdong (wilayah selatan), berhasil menarik minat pelanggan luar negeri berkat teknologi pintar dan desain orisinal yang khas, dengan memanfaatkan rantai industri kota tersebut yang mengintegrasikan produksi dan penjualan.
Di wilayah Longjiang, yang menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 produsen furnitur bermerek dan lebih dari 5.000 pemasok material baru untuk sektor ini, para pembeli komoditas dari luar negeri semakin beralih ke furnitur pintar buatan Tiongkok. Mereka menilai bahwa produk-produk tersebut menghadirkan sentuhan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
"Perpaduan antara komponen elektronik dan furnitur adalah hal yang saya cari; seperti kursi yang bisa bergerak, kursi santai (recliner), kursi santai elektrik, dan sofa, semua ini merupakan produk yang unik," ujar Pembeli Bangladesh.
Bagi pembeli lain, daya tarik kota ini terletak pada kemampuan menyediakan produk dalam jumlah besar dengan nilai yang menguntungkan.
"Kami sedang dalam proses pembelian lantai, khususnya lantai kayu, dari Tiongkok; jadi kami membeli banyak material bangunan," kata Pembeli Australia.
Banyak desainer furnitur di Foshan juga telah meluncurkan seri furnitur orisinal yang memadukan unsur budaya Tiongkok dan Barat, serta menyisipkan makna budaya yang kaya ke dalam keahlian pengerjaan khas Tiongkok yang memukau. Produk-produk ini telah menjadi favorit di kalangan segmen pasar luar negeri tertentu.
"Masyarakat Arab sebenarnya sangat gemar membeli produk orisinal, dan furnitur dari sini sangat populer di kalangan mereka," ujar Pembeli Timur Tengah.
"Produk orisinal sangat diminati, dan pertumbuhan penjualannya di pasar luar negeri sangat kuat—tidak hanya melalui pembeli internasional, tetapi juga melalui perdagangan elektronik (e-commerce) lintas batas. Produk orisinal kami mencakup sekitar 35 persen dari total ekspor furnitur dan menunjukkan peningkatan sebesar 15 persen dari tahun ke tahun," ungkap Tan Guangyong, Ketua Eksekutif Asosiasi Furnitur Shunde di Foshan.
Menurut data Bea Cukai Foshan, total ekspor furnitur kota ini mencapai 11,77 miliar yuan (sekitar 31 triliun rupiah) dalam tujuh bulan pertama tahun ini, meningkat 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.