Hangzhou, Bharata Online - Berbagai pencapaian diumumkan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-11 tentang Ketahanan Pangan yang diselenggarakan pada hari Selasa (25/8) di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur. Dalam pertemuan tersebut, para menteri mengadopsi kerangka kerja baru mengenai inovasi, digitalisasi, dan ketahanan untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan di kawasan.

Sebagai salah satu acara multilateral utama di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2026, pertemuan ini berfokus pada pembangunan pertanian dan pedesaan, transformasi digital, serta strategi untuk memperkuat ketahanan pangan.

Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama yang mencatat bahwa kawasan Asia-Pasifik, sebagai pusat utama produksi dan konsumsi pangan global, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dunia dan menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan terkini. Pernyataan itu menyerukan transformasi yang didorong oleh inovasi serta peningkatan investasi dalam sistem pangan-pertanian, sembari mendesak berbagai ekonomi anggota untuk mempererat kerja sama guna meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, dan ketahanan.

Selain itu, sebuah kerangka kerja baru berjudul "Prinsip-Prinsip Penguatan Sistem Pangan Kawasan melalui Inovasi dan Digitalisasi" diadopsi dalam pertemuan tersebut. Kerangka kerja ini memuat komitmen ekonomi anggota APEC untuk mendorong inovasi dan pengembangan digital, serta meningkatkan pengambilan keputusan, keterhubungan, dan kecepatan respons di sepanjang rantai pangan-pertanian, termasuk melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

"Menurut saya, banyak pelajaran telah dipetik mengenai bagaimana ekonomi di kawasan APEC beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini, termasuk contoh-contoh terkait produktivitas. Hal ini mencakup penggunaan bioteknologi, misalnya, pertanian presisi, dan sebagainya. Jadi, ini melibatkan banyak teknologi, namun bukan sekadar teknologi demi teknologi semata. Intinya adalah bagaimana para petani benar-benar memperoleh manfaat dari penggunaan semua inovasi ini. Bagian dari hal tersebut juga mencakup penggunaan blockchain, misalnya untuk pembayaran dan memastikan diterimanya pembayaran tersebut," ujar Eduardo Pedrosa, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC.

"Kami berharap hal ini dapat memberikan wawasan serta langkah-langkah adaptasi praktis yang menurut kami berpotensi untuk diselaraskan dengan baik dengan upaya peningkatan kapasitas APEC. Kami juga menyambut baik kerja sama dengan ekonomi anggota APEC untuk melihat bagaimana kita dapat menerjemahkan wawasan ini menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di lapangan," kata Goh HanYan, Sekretaris Parlemen Senior Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura.

Tiongkok akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 di Shenzhen, Tiongkok Selatan, pada bulan November 2026. Ini merupakan kali ketiga Tiongkok menjadi tuan rumah acara tersebut, setelah sebelumnya diadakan di Shanghai pada tahun 2001 dan Beijing pada tahun 2014.

Tahun ini merupakan "Tahun APEC Tiongkok" dengan tema "Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama". Sekitar 300 pertemuan dan kegiatan terkait APEC akan diselenggarakan di berbagai kota di Tiongkok sepanjang tahun 2026.