Beijing, Bharata Online - Para pejabat senior dari ekonomi anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) akan berkumpul di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, bulan depan untuk menghadiri pertemuan yang bertujuan memperkuat kerja sama dan mendorong inovasi di kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), demikian disampaikan pihak berwenang pada hari Senin (24/8).

Pertemuan Tingkat Menteri UKM APEC ke-32, yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September tahun ini, menjadi wadah penting untuk menetapkan arah kebijakan, membangun konsensus, dan mendorong kerja sama praktis bagi usaha kecil dan menengah di kawasan Asia-Pasifik. Pertemuan ini memainkan peran vital dalam memajukan pertumbuhan inklusif, inovasi, dan integrasi ekonomi kawasan.

UKM merupakan sektor bisnis terbesar dan paling dinamis di kawasan ini, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan penghidupan masyarakat.

"Kami secara aktif membangun platform kerja sama dan komunikasi tingkat pemerintah bagi UKM, guna meletakkan landasan yang kokoh bagi pertukaran dan kolaborasi internasional. Hingga saat ini, kami telah membentuk 22 mekanisme kerja sama UKM bilateral dan multilateral yang mencakup sekitar 50 negara, menyediakan saluran resmi yang rutin untuk pertukaran lintas batas, temu bisnis (trade matchmaking), dan kerja sama proyek antar-UKM," ujar Ke Jixin, Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi.

Di sela-sela pertemuan tingkat menteri tersebut, Pameran UKM Internasional Tiongkok (China International Small and Medium Enterprises Fair) ke-21 juga akan diselenggarakan. Lebih dari 500 perusahaan luar negeri berkualitas tinggi dari lebih dari 40 negara, wilayah, dan organisasi internasional diperkirakan akan berpartisipasi dalam acara ini untuk memamerkan berbagai produk yang mencakup teknologi cerdas, biomedis, layanan lintas batas, dan sektor lainnya. Pameran ini akan menyajikan gambaran menyeluruh mengenai potensi inovasi dan perdagangan UKM dari seluruh dunia.