Qingdao, Bharata Online - Institut Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-SCO telah berperan sebagai pusat kerja sama ekonomi dan teknologi, menyediakan pelatihan bagi talenta-talenta dari negara-negara anggota Shanghai Cooperation Organization (SCO) serta membangun wadah bagi perdagangan multilateral.

Berlokasi di Qingdao, Provinsi Shandong (Tiongkok Timur), Zona Demonstrasi Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Lokal China-SCO—yang digagas pada KTT SCO Qingdao tahun 2018—telah berkembang menjadi platform unggulan bagi kerja sama antara Tiongkok dan SCO.

Berlandaskan keberadaan zona demonstrasi SCO tersebut, Institut Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-SCO diresmikan pada tahun 2022. Bagi kaum muda dari negara-negara anggota SCO maupun negara-negara peserta Prakarsa Sabuk dan Jalan, institut ini tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh keterampilan baru, tetapi juga sarana untuk membangun jejaring dan memupuk saling pengertian.

Saat ini, lebih dari 300 mahasiswa muda dari negara-negara SCO dan Belt and Road sedang memulai semester baru di institut tersebut. Dua belas di antaranya berasal dari Kirgistan dan telah menempuh pendidikan di sana selama lebih dari enam bulan. Selain mengikuti pelatihan intensif bahasa Mandarin, mereka juga mempelajari berbagai aspek tentang Tiongkok melalui kurikulum yang beragam.

"Masyarakat Tiongkok sangat baik dan ramah. Tiongkok dan Kirgistan adalah sahabat baik, dan banyak perusahaan Tiongkok beroperasi di Kirgistan. Menurut saya, kerja sama antara Tiongkok dan Kirgistan berjalan sangat baik, jadi saya ingin meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin saya," ujar seorang mahasiswa asal Kirgistan.

Selain kursus bahasa Mandarin reguler, institut ini juga mengintegrasikan praktik industri ke dalam proses pembelajarannya dengan menyelenggarakan kunjungan perusahaan bagi para mahasiswa internasional.

Institut ini juga telah mengadakan lebih dari 400 sesi pelatihan profesional yang mencakup topik-topik seperti perdagangan internasional dan ekspansi bisnis global. Pelatihan tersebut telah diikuti oleh lebih dari 28.000 peserta dari dalam maupun luar negeri, sehingga turut berkontribusi dalam mencetak talenta perdagangan yang kompeten dan serba bisa bagi SCO.

"Sejak didirikan, institut ini berkomitmen untuk mendukung kerja sama ekonomi dan perdagangan regional SCO, dengan fokus pada pelatihan personel, pengembangan talenta, pembangunan wadah pemikir (think tank), dan kerja sama internasional. Program pelatihan kami menyasar dua kelompok utama: para profesional dari instansi pemerintah dan asosiasi bisnis—melalui program bantuan luar negeri serta pelatihan bisnis—dan mahasiswa internasional dari negara-negara anggota SCO. Bagi kelompok mahasiswa tersebut, kami telah mengembangkan program satu tahun yang memadukan unsur bahasa, budaya, dan perdagangan, serta dilengkapi dengan kegiatan kunjungan perusahaan. Kami juga telah membangun mekanisme pertukaran dan kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai universitas dan institusi di negara-negara anggota SCO, guna terus mendukung kerja sama ekonomi dan perdagangan multilateral dalam kerangka SCO," jelas Zhao Jianfeng, Wakil Presiden China SCO Institute of Economy and Trade.