Bishkek, Bharata Online - Seorang pejabat Kirgistan mengatakan pada hari Minggu (30/8) bahwa ia memperkirakan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) akan semakin memperluas hubungan dengan fokus lebih besar pada penguatan kerja sama ekonomi dan peningkatan konektivitas regional.
Abylaev Timur Zamirbekovich, Wakil Direktur Institut Nasional untuk Inisiatif Strategis di bawah Presiden Republik Kirgistan, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) sebelum Presiden Tiongkok, Xi Jinping, tiba di Bishkek pada hari yang sama untuk menghadiri KTT SCO dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Kirgistan.
Timur Abylaev mengatakan tahun ini menandai peringatan 25 tahun berdirinya SCO dan organisasi tersebut telah memberikan contoh yang baik dalam memperluas kerja sama keamanan internasional.
"Saat ini, ketika kita berbicara tentang keamanan, yang kita maksud adalah keamanan energi, ketahanan pangan, dan keamanan rantai pasok, bukan sekadar masalah militer atau politik. Jadi, organisasi kami juga telah membangun kerja sama praktis dalam memerangi terorisme, ekstremisme, dan kejahatan lintas negara," ujarnya.
Seiring dengan semakin pentingnya berbagai topik dalam agenda global, Timur Abylaev meyakini bahwa SCO akan lebih berfokus pada pendalaman kerja sama ekonomi dan penguatan konektivitas di masa depan.
"Kini, kerja sama ekonomi, konektivitas transportasi, energi, pengembangan digital, dan isu-isu lingkungan menjadi semakin penting bagi kita semua. Saya yakin bahwa dalam 25 tahun ke depan, kita harus lebih berfokus pada kerja sama ekonomi yang praktis dan konektivitas. Dengan demikian, organisasi ini dapat memberikan kontribusi penting bagi stabilitas regional dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam KTT Bishkek tersebut, Xi akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan para pemimpin yang hadir mengenai pendalaman kerja sama SCO di berbagai bidang dalam situasi baru serta membahas isu-isu internasional dan regional yang utama.
Timur Abylaev berharap KTT ini akan menghasilkan capaian konkret di berbagai bidang, khususnya dalam penguatan konektivitas transportasi, mengingat Kirgistan merupakan negara dengan lokasi geografis yang unik.
"Bagi kami, konektivitas sangatlah penting. Negara kami terletak di persimpangan beberapa jalur utama yang menghubungkan Tiongkok, Asia Tengah, dan kawasan Eurasia yang lebih luas. Kami juga ingin mendorong kerja sama praktis di bidang transportasi. Kami berharap KTT Bishkek akan menghasilkan capaian konkret dan proyek-proyek baru. Secara khusus, kami ingin melihat kerja sama yang lebih kuat antarnegara kami, baik dalam hal konektivitas transportasi maupun pembangunan ekonomi regional," ujarnya.