Shenzhen, Bharata Online - Tiongkok terus mengoptimalkan konektivitas penerbangan internasionalnya tahun ini di tengah lonjakan pariwisata masuk (inbound tourism) yang didorong oleh perluasan kebijakan bebas visa dan tren "wisata Tiongkok" yang kian berkembang, yang menarik minat lebih banyak pengunjung asing untuk datang dan merasakan pengalaman langsung di negara tersebut.
Menurut Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, negara ini telah mencatat peningkatan lebih dari 20 persen dalam jumlah kedatangan pengunjung internasional pada paruh pertama tahun 2026—dengan kunjungan bebas visa mencakup hampir 78 persen dari total keseluruhan—dan tren tersebut terus berlanjut sepanjang bulan-bulan musim panas.
Seiring dengan semakin banyaknya pengunjung internasional yang memilih untuk berwisata ke Tiongkok, petugas mencatat adanya peningkatan stabil jumlah wisatawan asing yang melintasi bandara utama di kota metropolitan Shenzhen, Tiongkok Selatan, selama musim panas tahun ini.
"Kami jelas merasakan bahwa pariwisata masuk sedang mengalami lonjakan pesat saat ini. Terdapat banyak penumpang asing di hampir setiap penerbangan. Di antara pengunjung asing yang datang, mereka yang bertujuan untuk berwisata dan bersantai mencakup 47,1 persen, sebuah lonjakan sebesar 48,3 persen," ujar Ye Xianmao, Pejabat di Pos Pemeriksaan Perbatasan Bandara Shenzhen.
Meningkatnya permintaan pariwisata juga telah mendorong pertumbuhan stabil konektivitas penerbangan internasional Tiongkok, yang menandakan pemulihan positif di sektor penerbangan.
Maskapai-maskapai penerbangan terkemuka negara itu, termasuk Air China, China Eastern, dan China Southern, baru-baru ini telah membuka kembali penerbangan dari dan menuju destinasi-destinasi utama di Eropa, seperti Madrid, Milan, dan Amsterdam.
Pada bulan Juni 2026 saja, maskapai penerbangan Tiongkok membuka 50 rute internasional baru.
Berdasarkan data terbaru, rute internasional Tiongkok melayani lebih dari 40 juta perjalanan penumpang pada paruh pertama tahun ini, naik 5,7 persen secara tahunan dengan perluasan jaringan internasional ini turut memperkuat upaya keterbukaan negara yang berstandar tinggi sekaligus memberikan dorongan bagi perekonomian.