Kuala Lumpur, Bharata Online - Liow Tiong Lai, Ketua Asosiasi ASEAN-Tiongkok untuk Promosi Kerja Sama dan Pengembangan Industri, telah menyoroti prospek kolaborasi berbasis AI antara ASEAN dan Tiongkok untuk mempercepat inovasi industri di kawasan tersebut.

Dalam wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN), ia menekankan bahwa upaya bersama dapat menargetkan sektor tradisional dan sektor yang sedang berkembang.

"Saya percaya kolaborasi ASEAN-Tiongkok memiliki dua prioritas utama. Pertama, ASEAN-Tiongkok harus fokus pada percepatan industri tradisional—bagaimana mentransformasikan industri tradisional kita menjadi industri yang melek AI dan juga meningkatkan produktivitas industri tradisional seperti konstruksi, pendidikan, kesehatan, dan bahkan perkebunan kita. Kita dapat menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas," ujar Liow.

"Prioritas kedua adalah untuk mempercepat dan juga menemukan bidang industri baru. Misalnya, energi hijau, robotika, bahkan logistik, dan ekonomi dataran rendah. Bagaimana kita dapat bekerja sama dan menemukan industri baru yang benar-benar dapat meningkatkan kolaborasi antara Tiongkok dan ASEAN," katanya.