Guangzhou, Bharata Online - Kebijakan pengembalian pajak keberangkatan yang telah disempurnakan di Tiongkok telah mendorong peningkatan signifikan dalam belanja wisatawan mancanegara. Sejumlah kota melaporkan lonjakan tajam pada jumlah pengajuan maupun nilai pengembalian pajak dalam kurun waktu satu bulan sejak versi terbaru kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Langkah-langkah baru ini mencakup pemrosesan tanpa kertas (paperless), penyederhanaan prosedur pemeriksaan acak, serta kode layanan terpadu bagi wisatawan asing. Wisatawan kini dapat menyelesaikan seluruh prosedur hanya dengan satu formulir, sementara pembelian di bawah 20.000 yuan (sekitar 53 juta rupiah) memenuhi syarat untuk mendapatkan pengembalian dana langsung di tempat (on-the-spot) pada toko-toko yang ditunjuk sebagai penyedia layanan "pengembalian dana saat pembelian".
Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan di Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, telah menyediakan terminal layanan mandiri yang beroperasi 24 jam, sehingga memungkinkan wisatawan memperoleh pengembalian dana dalam hitungan menit. Pada bulan Juli 2026, bandara Hangzhou mencatat peningkatan jumlah pengajuan maupun nilai pengembalian dana hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Provinsi Sichuan di Tiongkok Barat Daya telah menerapkan sistem pengakuan bersama lintas provinsi untuk layanan "pengembalian dana saat pembelian". Sistem ini memungkinkan wisatawan yang berbelanja di Sichuan, Chongqing, Yunnan, atau Shaanxi untuk mengklaim pengembalian dana mereka di titik keberangkatan mana pun yang tersebar di keempat provinsi tersebut. Jumlah pengajuan pengembalian dana di Sichuan pada bulan Juli 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelabuhan Guangzhou di Tiongkok Selatan telah menambah loket khusus dan layanan multibahasa, yang berdampak pada peningkatan kelancaran arus penumpang serta efisiensi pemeriksaan. Sejak bulan Juli 2026, pihak bea cukai telah memproses pengajuan pengembalian dana dengan nilai lebih dari 100 juta yuan, atau meningkat sekitar 150 persen secara tahunan.
"Ini mungkin kunjungan kedelapan saya (ke Tiongkok). Saya merasa sangat mudah untuk berbelanja di sini; Anda bisa membeli barang dengan mudah menggunakan kartu, uang tunai, maupun metode pembayaran lainnya. Teknologinya sangat bagus di Tiongkok, jadi proses belanjanya sangat mudah," ujar Wisatawan Belanda.
Toko layanan pengembalian pajak keberangkatan daring pertama di negara tersebut baru saja dibuka di Beijing, bersamaan dengan dibukanya titik pengambilan dana pengembalian pajak pertama di kota itu yang berlokasi di lobi hotel.
Selama tujuh bulan pertama tahun ini, titik-titik keberangkatan di Beijing memproses pengajuan pengembalian dana 516 persen lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total nilai penjualan barang yang memenuhi syarat pengembalian pajak melampaui 1 miliar yuan (sekitar 2,64 triliun rupiah).
"Selain tas dan pakaian, produk digital dalam negeri seperti ponsel dan earphone kini semakin populer. Suvenir kreatif bernuansa budaya serta mystery box trendi yang memiliki ciri khas Tiongkok juga telah menjadi barang wajib bagi wisatawan yang hendak kembali ke negara asal," ujar Liang Shu, Wakil Direktur Divisi Inspeksi Pertama Bea Cukai Bandara Internasional Beijing Capital.