Chengdu, Bharata Online - Tiongkok sedang meningkatkan pengembangan rekayasa dan industri untuk program fusi nuklir "matahari buatan" miliknya, dengan target peningkatan perangkat secara menyeluruh pada akhir tahun 2026 dan pelaksanaan eksperimen pembakaran resmi pada tahun 2027.

Fusi nuklir—sumber energi yang sama dengan yang menggerakkan bintang-bintang—menjanjikan pasokan energi bersih yang hampir tak terbatas. Tiongkok telah menetapkan hal ini sebagai prioritas industri masa depan yang utama dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (periode 2026-2030), yang menandakan transisi besar dari sekadar penelitian laboratorium menuju pengembangan berskala rekayasa dan industri.

Salah satu bagian dari proyek ini adalah reaktor fusi nuklir "Huanliu-3" atau "HL-3", yang dijuluki sebagai "matahari buatan". Ini merupakan perangkat ilmiah berskala besar untuk fusi nuklir yang terkendali.

Komponen kunci dari reaktor fusi nuklir ini adalah "dinding pertama" (first wall), yang terletak di sisi terdalam ruang hampa udara tempat terjadinya fusi.

"Dinding pertama" ini berfungsi layaknya lapisan pelindung, yang mampu menahan plasma bersuhu sangat tinggi serta bombardir partikel yang intens. Terbuat dari tungsten, tembaga, dan baja tahan karat, komponen itu telah lama menjadi hambatan teknis utama dalam rekayasa fusi.

Kini, Tiongkok mampu memproduksinya secara mandiri.

"Seluruh material inti serta alur kerja penelitian, pengembangan, dan manufaktur dikembangkan secara mandiri oleh tim kami. Sistem teknologi yang sepenuhnya mandiri ini menempatkan teknologi 'dinding pertama' kami di jajaran pemimpin global," ujar Sun Qian, Insinyur di Southwestern Institute of Physics.

Reaktor HL-3 milik Tiongkok telah mencapai kemajuan penting, dengan capaian suhu ion sebesar 120 juta derajat dan suhu elektron sebesar 160 juta derajat secara bersamaan, serta nilai fusion triple product yang mencapai 10 pangkat 20.

"Kami akan menyelesaikan peningkatan menyeluruh perangkat HL-3 pada akhir tahun 2026 dan memulai eksperimen pembakaran fusi resmi pada tahun 2027. Eksperimen-eksperimen ini akan meletakkan landasan vital bagi Tiongkok untuk membangun sistem industri fusi yang utuh," kata Bai Xingyu, Wakil Direktur Fusion Technology Research Institute di Southwestern Institute of Physics.

Industrialisasi fusi mengikuti jalur tiga tahap: pembakaran stabil dan keluaran energi, operasi jangka panjang yang andal, serta pengurangan biaya untuk penggunaan komersial.

"Kami menargetkan untuk membangun reaktor eksperimental percontohan fusi pada tahun 2035 dan reaktor demonstrasi sekitar tahun 2045, sembari terus melangkah maju menuju reaktor komersial," tambah Bai.