Tianjin, Bharata Online - Sebuah standar internasional mengenai sensor sinyal audio untuk kendaraan otonom yang dipimpin oleh Tiongkok baru saja dirilis secara resmi, yang turut meningkatkan aspek keselamatan dalam teknologi kemudi otonom.
Standar ini mengisi kekosongan global di bidang antarmuka sensor sinyal audio untuk kendaraan otonom dan akan membekali kendaraan dengan "telinga" yang terstandarisasi, sehingga secara efektif meningkatkan keselamatan berkendara dalam situasi lalu lintas yang kompleks.
"Sinyal audio merupakan elemen inti dalam persepsi kendaraan terhadap lingkungannya. Sensor audio dalam sistem kemudi otonom berfungsi layaknya telinga pengemudi manusia. Sensor ini mampu mendeteksi sinyal audio dan memberikan kemampuan 'mendengar' bagi sistem, yang secara signifikan meningkatkan kemampuannya dalam mengantisipasi serta merespons lingkungan yang kompleks. Oleh karena itu, penetapan standar antarmuka audio yang ilmiah dan terpadu memiliki arti penting untuk mengevaluasi secara akurat dan meningkatkan keselamatan kendaraan otonom," ujar Chen Chen, Insinyur Senior di Institut Nasional Standardisasi Otomotif Tiongkok (China National Institute of Automotive Standardization).
Standar ini secara khusus mengandalkan berbagai jenis algoritma audio untuk mendeteksi dan mengidentifikasi segala kategori sinyal akustik. Cakupannya meliputi beragam sumber suara, seperti suara sirene dari kendaraan khusus (mobil polisi, mobil pemadam kebakaran, dan ambulans); kebisingan lingkungan jalan (suara angin, hujan, dan hujan es); suara peringatan eksternal (klakson kendaraan di sekitar, suara tabrakan, dan peringatan parkir mundur); suara yang dihasilkan oleh kendaraan itu sendiri (mesin, rem, dan klakson); serta suara yang berkaitan dengan pengguna jalan lainnya.
"Sebelum sistem kemudi otonom mengidentifikasi kendaraan prioritas, seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan mobil polisi. Melalui sinyal visual, sistem dapat mengandalkan suara sirene untuk menentukan arah dan jarak sumber suara target lebih awal, sehingga dapat merespons keberadaan kendaraan tersebut. Sebagai contoh, saat kendaraan berada dalam mode kemudi otonom dan bertemu dengan ambulans, kendaraan dapat mengandalkan perpaduan persepsi akustik dan visual untuk memberikan jalan bagi ambulans tersebut," jelas Chen.
Perilisan dan penerapan standar ini menyatukan antarmuka akustik untuk kendaraan otonom, serta menyediakan sinyal "pendengaran" yang terstandarisasi bagi algoritma kemudi otonom.
Hal ini akan mempercepat pengembangan produk terkait dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi keselamatan berkendara dalam situasi lalu lintas yang kompleks.