Beijing, Bharata Online - Pada hari Jumat (4/9), Tiongkok meluncurkan rencana aksi baru yang bertujuan untuk mendorong secara masif kewirausahaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) negara tersebut hingga tahun 2028.

Rencana yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok itu menetapkan target ambisius untuk menumbuhkan generasi baru perusahaan berbasis AI di berbagai sektor utama, termasuk aplikasi industri terkait AI, layanan data, dan infrastruktur komputasi cerdas.

Melalui rencana ini, pemerintah Tiongkok menargetkan untuk membina lebih dari 10.000 UKM yang berfokus pada AI dan membantu lebih dari 2.000 perusahaan mencapai status "raksasa kecil" (little giant), sebuah sebutan khusus bagi perusahaan yang sangat terspesialisasi dan canggih dengan posisi pasar yang kuat.

Inisiatif ini juga memproyeksikan munculnya gelombang perusahaan "gazelle" (perusahaan dengan pertumbuhan pesat) dan startup "unicorn" di sektor AI.

Untuk membangun ekosistem yang diperlukan guna mendukung tujuan-tujuan tersebut, rencana ini mengamanatkan pembangunan 10 inkubator perusahaan teknologi berstandar tinggi dan 10 platform demonstrasi layanan publik tingkat nasional bagi UKM. Selain itu, akan dibentuk 10 klaster industri UKM baru tingkat nasional dengan spesialisasi AI yang khas.

Lebih lanjut, rencana ini akan memandu pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sistem evaluasi talenta guna membantu startup menarik dan mempertahankan tenaga profesional kelas atas.

Rencana ini juga mengusulkan penyediaan daya komputasi berbiaya rendah bagi usaha tahap awal serta pembangunan sistem dukungan modal jangka panjang (patience capital) yang komprehensif untuk menjamin pendanaan finansial jangka panjang bagi startup AI.

Arahan ini merupakan pilar utama dari Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026-2030) yang lebih luas, yang memprioritaskan kemandirian teknologi, ketahanan rantai pasok, dan penerapan luas inisiatif nasional "AI plus".