Guangzhou, Bharata Online - Raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, memperkenalkan ponsel pintar lipat tiga (tri-fold) terbarunya, Mate XT 2, dalam sebuah acara peluncuran di Guangzhou, Tiongkok Selatan, pada hari Senin (7/9). Acara ini sekaligus menjadi debut bagi cip baru Kirin 9050 Pro, prosesor berkinerja tinggi pertama yang menggunakan teknologi logic folding (pelipatan logika).
Menurut para pengembangnya, cip anyar ini menata sirkuit logika dalam dua lapisan vertikal di dalam satu kemasan tunggal. Hal ini memperpendek jalur transmisi sinyal, mengurangi latensi, dan menghasilkan peningkatan kinerja keseluruhan sebesar 42 persen.
Langkah ini menandai kali pertama Huawei memperkenalkan cip Kirin baru dalam peluncuran produk unggulan (flagship) sejak peluncuran global ponsel pintar Mate 40 enam tahun lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini terus berinovasi dan merambah bidang-bidang padat teknologi, termasuk kecerdasan buatan, cip, sistem operasi, dan kendaraan pintar, dengan investasi berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan menjadi landasan bagi kemampuan teknologi jangka panjangnya.
Belanja penelitian dan pengembangan Huawei melonjak hingga mencapai rekor 121,38 miliar yuan (sekitar 318,85 triliun rupiah) pada paruh pertama tahun 2026, angka yang mencakup lebih dari seperempat total pendapatannya.
Menurut International Data Corporation (IDC), pengiriman ponsel pintar Huawei tumbuh sebesar 19,4 persen secara tahunan pada kuartal kedua tahun ini, yang mendongkrak pangsa pasarnya menjadi 22,6 persen dan menempatkannya di posisi puncak di Tiongkok.
Para analis menilai bahwa di tengah tekanan yang dihadapi industri secara luas, Huawei tampil menonjol sebagai salah satu dari sedikit vendor besar yang mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa langkah strategis jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan teknologi secara mandiri (in-house) mulai membuahkan hasil.