Tiongkok, Bharata Online - Pada hari Jumat (24/7), Tiongkok meluncurkan roket pembawa Lijian-1 Y15, mengirimkan lima satelit ke luar angkasa, dua di antaranya dilengkapi dengan model AI canggih dalam upaya perintis untuk memperluas aplikasi AI ke luar angkasa.

Satelit Jitian Star A-04 dilengkapi dengan model cerdas terintegrasi yang dikembangkan oleh Zhejiang Lab, sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur.

Model ini memungkinkan satelit untuk mengelola dirinya sendiri karena dapat secara otonom menyelesaikan berbagai tugas di orbit seperti memantau status satelit, serta merencanakan dan melaksanakan misi di atas kapal untuk satu satelit atau kelompok satelit.

Satelit Xiguang-2 03 membawa tiga model meteorologi AI, yang dapat meningkatkan efisiensi dan ketepatan prakiraan untuk peristiwa cuaca mendadak seperti hujan deras berdurasi singkat dan angin kencang.

Biasanya, satelit meteorologi konvensional membutuhkan waktu 90 menit untuk mengirimkan data cuaca ke stasiun bumi setelah merekamnya. Tim di darat juga membutuhkan waktu untuk mengurai dan mengoreksi data sebelum merilis prakiraan, sehingga mengakibatkan laju pembaruan data yang lambat. Alur kerja tersebut cukup efisien untuk layanan cuaca konvensional, tetapi masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan penerbitan prakiraan cuaca tepat waktu untuk peristiwa cuaca mendadak.

Kedua satelit tersebut merupakan bagian dari proyek "Konstelasi Komputasi Tiga Badan", yang diprakarsai oleh Zhejiang Lab dan bertujuan untuk mengirimkan AI ke luar angkasa untuk mencapai pemrosesan data di orbit.

Pada 14 Mei 2025, kelompok pertama dari 12 satelit komputasi "Konstelasi Komputasi Tiga Badan" berhasil memasuki orbit. Menurut rencana, konstelasi tersebut akan mencapai skala 100 satelit pada tahun 2027.

Para ahli mengatakan bahwa dengan memperkuat koordinasi antar satelit dan melengkapinya dengan model AI, data yang dikumpulkan di seluruh dunia dapat diproses lebih efisien.

"Saat ini, belum ada upaya global bersama untuk memproses data di luar angkasa dan transmisi data secara real-time belum dapat dipastikan. Hal ini hanya dapat diatasi dengan memperkuat koordinasi antar satelit. Dengan bantuan model AI, satelit dapat mencapai pemrosesan data secara real-time yang dikumpulkan di seluruh dunia, sehingga mendorong aplikasi AI dari darat ke luar angkasa," ujar Li Chao, Kepala Insinyur Teknologi Proyek "Konstelasi Komputasi Tiga Badan".