Beijing, Bharata Online - Tiongkok bersedia berbagi pengalaman dengan semua pihak untuk meningkatkan tingkat inovasi kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers reguler di Beijing pada hari Kamis (16/7).

Lin menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai Konferensi AI Dunia atau World AI Conference (WAIC) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global yang akan diadakan di Shanghai dari hari Jumat (17/7) hingga Senin (20/7).

"Perkembangan AI berdampak pada kesejahteraan seluruh umat manusia. Semua pihak harus bekerja untuk mempersempit kesenjangan teknologi digital dan cerdas, berpegang teguh pada prinsip keamanan, meningkatkan tata kelola global, dan bersama-sama mengembangkan AI sebagai teknologi terbuka dan inklusif untuk kebaikan dan bagi semua. Tiongkok menentang pemisahan berdasarkan perbedaan ideologi dan melakukan blokade teknologi. Tiongkok tetap berkomitmen untuk mengkoordinasikan pembangunan dan keamanan, dan siap berbagi pengalaman dengan semua pihak untuk meningkatkan tingkat inovasi AI di seluruh dunia," ujar Lin.

"Besok, Konferensi AI Dunia 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global akan dimulai di Shanghai. Tiongkok akan menggunakan kesempatan ini untuk melakukan pertukaran terbuka dengan semua pihak, membangun konsensus, dan memastikan bahwa negara-negara berkembang memiliki akses yang lebih besar terhadap manfaat era kecerdasan buatan dan bahwa kemajuan teknologi benar-benar dapat membawa kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat manusia," katanya.