Beijing, Bharata Online - Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 4,7 persen secara tahunan pada paruh pertama tahun 2026, menurut data dari Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistics (NBS) pada hari Rabu (15/7).
Ekonomi terbesar kedua di dunia ini menghasilkan lebih dari 69,57 triliun yuan (sekitar 186 ribu triliun rupiah) dalam output selama periode tersebut, kata Mao Shengyong, Wakil Kepala NBS, dalam konferensi pers di Beijing.
"Pada paruh pertama tahun ini, ekonomi Tiongkok mampu mengatasi tekanan untuk menjaga kinerjanya dalam kisaran yang wajar. Produksi dan pasokan tumbuh pesat; lapangan kerja secara umum tetap stabil; harga naik moderat; perdagangan luar negeri menunjukkan momentum pertumbuhan yang baik; pendorong pertumbuhan baru berkembang pesat; kesejahteraan masyarakat terjamin secara kuat dan efektif; dan pembangunan terus menunjukkan ketahanan yang kuat. Perhitungan awal menunjukkan bahwa PDB untuk paruh pertama tahun ini adalah 69,5704 triliun yuan (sekitar 186 ribu triliun rupiah), naik 4,7 persen secara tahunan pada harga konstan," ujar Mao.
Menurut data tersebut, ekonomi Tiongkok tumbuh 4,3 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026.